Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan penyaluran pembiayaan multiguna masih menjadi kontributor terbesar pembiayaan industri multifinance per Mei 2026.
Secara rinci, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menerangkan penyaluran pembiayaan multiguna industri multifinance sebesar Rp 256,77 triliun per Mei 2026. Segmen itu memakan porsi sebesar 50,03% terhadap total pembiayaan industri.
"Nilai pembiayaan multiguna tumbuh 5,21%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Jumat (10/7/2026).
Sementara itu, Agusman menyebut pembiayaan investasi menjadi kontributor terbesar kedua dengan nilai mencapai Rp 168,06 triliun per Mei 2026. Porsinya sebesar 32,75% terhadap total pembiayaan industri.
Baca Juga: Pembiayaan Multiguna Kontributor Terbesar Pembiayaan Multifinance per April 2026
Nilai pembiayaan investasi mengalami kontraksi 5,79%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Agusman menerangkan pembiayaan modal kerja multifinance sebesar Rp 55,36 triliun per Mei 2026. Porsinya sebesar 10,79% terhadap total industri. Nilainya tumbuh 7,96%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
"Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan pembiayaan masyarakat masih terjaga, termasuk didukung fleksibilitas produk multiguna yang masih mendominasi pembiayaan multifinance," tuturnya.
Baca Juga: Pembiayaan Multiguna BRI Finance Tumbuh 37,47% pada Kuartal I-2026
Sebagai informasi, total nilai pembiayaan industri multifinance mencapai Rp 513,19 triliun per Mei 2026. Nilainya tumbuh 1,71%, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Adapun Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Mei 2026 sebesar 3,06%. Angkanya terbilang memburuk atau meningkat, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,89%.
Baca Juga: Pembiayaan Multiguna Jadi Andalan, CNAF Salurkan Rp 1,89 Triliun di Kuartal I 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














