kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Nilai Tukar Rupiah Melemah, BTN Menilai Dampak ke Kualitas Aset Terbatas


Selasa, 20 Januari 2026 / 20:00 WIB
Nilai Tukar Rupiah Melemah, BTN Menilai Dampak ke Kualitas Aset Terbatas
ILUSTRASI. Layanan produk BTN (KONTAN/Baihaki) Bank Tabungan Negara (BTN) memastikan dampak pelemahan nilai tukar rupiah relatif terbatas terhadap portofolio kredit perseroan.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai berpotensi menekan kualitas aset perbankan, terutama melalui kenaikan biaya produksi dan beban arus kas debitur yang memiliki ketergantungan impor maupun kewajiban dalam valuta asing. Namun, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memastikan dampak tersebut relatif terbatas terhadap portofolio kredit perseroan.

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menjelaskan bahwa eksposur kredit BTN didominasi oleh pembiayaan perumahan dan ritel domestik. Dengan karakteristik tersebut, sensitivitas langsung terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah tergolong rendah.

“Secara umum pelemahan rupiah memang dapat memberi tekanan pada kualitas aset perbankan. Namun bagi BTN, dampaknya relatif terbatas karena mayoritas kredit kami berada di sektor domestik, khususnya perumahan,” ujar Setiyo kepada kontan.co.id, Selasa (20/1).

Baca Juga: Rupiah Melemah, Allo Bank Pastikan Kualitas Aset Tetap Terjaga

Adapun sektor yang paling rentan terhadap pelemahan rupiah umumnya berasal dari industri dengan struktur biaya impor yang tinggi, seperti industri kimia, farmasi, dan manufaktur tertentu. Meski demikian, Setiyo menegaskan bahwa porsi pembiayaan BTN ke sektor-sektor tersebut sangat kecil dan tidak signifikan secara portofolio.

“Eksposur BTN ke sektor-sektor yang sensitif terhadap kurs sangat minim, sehingga secara keseluruhan tidak menjadi faktor material yang memengaruhi kualitas aset perseroan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi dinamika makroekonomi, BTN secara konsisten menerapkan pengelolaan portofolio yang prudent. Strategi tersebut mencakup pengelolaan portofolio secara dinamis agar tetap sesuai dengan risk appetite, pelaksanaan stress testing secara berkala terhadap berbagai skenario makro termasuk pelemahan kurs, serta penguatan proses underwriting yang lebih selektif dan disiplin.

Selain itu, BTN juga memperkuat fungsi collection dan menerapkan early warning system berbasis data dan teknologi guna mendeteksi potensi penurunan kualitas kredit sejak dini.

Dari sisi kualitas aset, Setiyo menyampaikan bahwa hingga akhir 2025, BTN berhasil menjaga kinerja kredit dengan tren yang membaik. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BTN tercatat di level 3,08%, membaik dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar 3,14%.

“Perbaikan NPL ini sejalan dengan penguatan proses underwriting, monitoring portofolio, serta strategi penanganan dan pemulihan kredit yang terus kami lakukan,” pungkasnya.

Baca Juga: IIS Terapkan Strategi Tahun 2026 Lewat Benchmarking dan Kolaborasi Regional​

Selanjutnya: Netflix Ajukan Tawaran Tunai Penuh US$82,7 Miliar untuk Akuisisi Warner Bros

Menarik Dibaca: Pastikan Kanal Pemesanan Tiket Lebaran Stabil, KAI Lakukan Migrasi Sistem Besok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×