Reporter: Aura Putri | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID- JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menjaga kualitas aset di tengah pertumbuhan bisnis hingga semester I 2026. Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang berada di level 1,9% pada akhir Juni 2026.
Selain itu, rasio loan at risk (LAR) BNI juga membaik menjadi 8,1% per Juni 2026, dari 11,0% pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Risk Management BNI David Pirzada mengatakan, kualitas aset yang tetap terjaga merupakan hasil penerapan manajemen risiko secara disiplin dan konsisten di seluruh tahapan proses bisnis perseroan.
Baca Juga: Kredit BNI Tumbuh 24,4% Jadi Rp 968,5 Triliun di Semester I-2026
"Pengelolaan risiko dilakukan sejak tahap penetapan sektor prioritas, analisis kelayakan debitur, hingga pemantauan pascapenyaluran kredit. BNI juga terus memperkuat sistem peringatan dini agar setiap perubahan profil risiko dapat diidentifikasi dan ditangani secara lebih cepat," ujar David dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).
David mengatakan, kualitas aset yang sehat dan pencadangan yang memadai menjadi fondasi bagi BNI untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika perekonomian sekaligus mendukung ekspansi secara berkelanjutan.
Memasuki paruh kedua 2026, BNI akan terus memperkuat struktur pendanaan, menjaga pertumbuhan kredit yang berkualitas dan terdiversifikasi, serta mempertahankan kualitas aset melalui pengelolaan risiko dan pencadangan yang disiplin.
Baca Juga: Per Juli 2026, Sudah Lima Asuransi Spin Off UUS dengan Mendirikan Perusahaan Baru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
