kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

OCBC Ambil Alih Bisnis HSBC Indonesia: AUM Senilai Rp 89,8 Triliun Pindah Tangan


Selasa, 05 Mei 2026 / 06:23 WIB
OCBC Ambil Alih Bisnis HSBC Indonesia: AUM Senilai Rp 89,8 Triliun Pindah Tangan
ILUSTRASI. OCBC Indonesia mengakuisisi bisnis wealth management HSBC


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) akhirnya menandatangani perjanjian dengan PT Bank HSBC Indonesia untuk mengakuisisi aset dan liabilitas bisnis retail banking dan wealth management milik HSBC di Indonesia atau International Wealth and Premier Banking (IWPB).

Akuisisi tersebut mencakup portofolio nasabah ritel dan wealth dengan layanan keuangan premium, termasuk simpanan, produk investasi seperti obligasi, reksadana, dan asuransi, kartu kredit, hingga kredit ritel.

Langkah akuisisi tersebut diharapkan dapat memperkuat bisnis wealth management OCBC Indonesia.

Tanpa memperhitungkan biaya transaksi satu kali (one-off), aksi korporasi ini diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap pendapatan OCBC Indonesia setelah transaksi rampung, yang ditargetkan pada kuartal II-2027.

Baca Juga: Motor Listrik Dapat Insentif Lagi, Multifinance Siap Serbu Pembiayaan EV

Dalam transaksi ini, OCBC Indonesia akan mengambil alih total aset kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp 89,8 triliun. Nilai tersebut terdiri dari investasi nasabah sebesar Rp 58,2 triliun serta simpanan nasabah sebesar Rp 31,6 triliun.

Selain itu, terdapat pula portofolio kredit ritel kecil sebesar Rp 3,6 triliun yang turut dialihkan.

Nilai transaksi akan ditentukan berdasarkan kesepakatan antara kedua pihak dengan mempertimbangkan prospek bisnis serta potensi sinergi, dan akan diumumkan setelah proses penyelesaian.

Presiden Direktur OCBC Indonesia Parwati Surjaudaja mengatakan, akuisisi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi di segmen wealth management. IWPB Indonesia merupakan salah satu platform wealth management asing terbesar di Tanah Air, dengan lebih dari 336.000 nasabah dan jaringan 262 cabang.

Setelah transaksi rampung, AUM OCBC Indonesia diperkirakan meningkat sekitar 25%. Selain itu, transaksi ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan saldo kartu kredit lebih dari 150%.

Dari sisi sumber daya manusia, OCBC Indonesia akan diperkuat dengan tambahan sekitar 1.300 karyawan, yang diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas layanan wealth management secara menyeluruh.

Parwati mengatakan, akuisisi ini akan memperkuat kemampuan perseroan dalam menghadirkan solusi keuangan yang komprehensif bagi nasabah.

Baca Juga: Bank Kalbar Menunjuk Dirut Baru, Membidik Ekspansi Kredit UMKM

“Akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi kami di segmen wealth management di Indonesia. Kami optimistis dapat menghadirkan solusi wealth yang lebih komprehensif bagi nasabah,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (4/5/2026).

Transaksi ini juga sejalan dengan strategi Next Frontier OCBC Group yang mendorong transformasi bisnis melalui penguatan layanan wealth management terintegrasi, termasuk dukungan dari Bank of Singapore untuk private banking dan Great Eastern di sektor asuransi.

 

OCBC Indonesia memastikan akan bekerja sama dengan HSBC Indonesia untuk menjaga kelancaran proses migrasi nasabah dan karyawan setelah transaksi selesai.

Manajemen juga menegaskan komitmennya dalam menjaga kepercayaan nasabah, termasuk memastikan keamanan dana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Informasi lebih lanjut mengenai hal ini akan diumumkan mendekati waktu penyelesaian transaksi," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×