kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

OJK: Banyak BPR tutup karena ‘ulah’ pengurus


Senin, 19 Oktober 2015 / 23:12 WIB
OJK: Banyak BPR tutup karena ‘ulah’ pengurus

Sumber: Antara | Editor: Hendra Gunawan

KENDARI. Ketua Deputi Komisioner OJK Bidang Perbankan, Heru Kristiana mengatakan banyak Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Indonesia yang tutup karena dicurangi oleh pengurusnya.

"Dalam catatan kami, BPR yang ditutup itu bukan karena kalah bersaing dari bank lain, tetapi karena dicurangi oleh pengurus sendiri. Saya mohon maaf jika saya harus katakan seperti ini," kata Heru Kristiana saat memberikan sambutan pada acara Rakernas dan Seminar Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) di Kendari, Senin (19/10).

Oleh karena itu, kata Heru, setiap regulasi atau aturan yang dibuat oleh OJK lebih ditekankan untuk memperkuat tata kelola perusahaannya supaya bisa mengamputasi terjadinya tindakan pengelola yang membuat BPR itu jatuh.

"Karena itu kami meminta manajemen bank perkreditan rakyat mampu menerapkan sistem pengawasan internal andal dan efektif, serta dapat mengoptimalkan peran pengawas tersebut," katanya.

Ia menegaskan, keberadaan satuan pengawas internal (SPI) dapat mencegah pelanggaran secara dini terhadap prinsip kehati-hatian dan penyimpangan terhadap ketentuan yang berlaku.

"SPI merupakan garda terdepan bank dalam melaksanakan tugas-tugas pengawasan intern selain fungsi pengawasan yang dilaksanakan oleh Dewan Komisaris," ujarnya.

Menurutnya, BPR dalam operasionalnya harus mampu menutupi kelemahan-kelemahan hingga upaya pencegahan fraud, perencanaan dan pemeriksaan yang efektif, penyusunan laporan serta pemantauan tindak lanjut pemeriksaan.

Rakernas itu dibuka oleh Gubernur Sultra Nur Alam, dihadiri para pejabat di antaranya yang mewakili Kementerian Koperasi dan UMKM, Dewan Komisioner Otoritas Jasa keuangan (OJK), Ketua DPRD Sultra Abdurahman Saleh, Wali Kota Kendari Asrun, pj Bupati Buton Utara Saemu Alwi dan unsur pengusaha dan perbankan.





TERBARU

×