kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

OJK dan perbankan syariah akan menggelar iB Expo


Rabu, 07 Januari 2015 / 15:17 WIB
OJK dan perbankan syariah akan menggelar iB Expo
ILUSTRASI. Manfaat brotowali pun dikenal berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.


Sumber: Antara | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Industri Perbankan Syariah akan menggelar acara Expo iB (Islamic Banking) Vaganza 2015. Acara ini digelar sebagai upaya memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman kepada masyarakat mengenai keunggulan produk dan layanan perbankan syariah.

Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edy Setiadi mengatakan bahwa sebagai industri yang relatif baru bertumbuh, industri perbankan dan keuangan syariah nasional perlu terus melakukan sosialisasi dan edukasi publik agar produk serta jasa layanannya semakin beragam dan berdaya saing, sehingga dapat dikenal dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas.

"Di samping itu juga agar dapat berkontribusi secara nyata dan optimal dalam pertumbuhan dan perkembangan perekonomian nasional yang berkesinambungan," ujarnya, Rabu (7/1).

Ia menambahkan bahwa pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia memerlukan strategi yang tepat khususnya dalam mengomunikasikan produk dan layanan perbankan syariah ke masyarakat tanpa menghilangkan ciri khasnya.

Selain itu, lanjut dia, pengembangan layanan perbankan syariah juga memerlukan sumber daya manusia yang memadai serta fasilitas yang bisa dinikmati kapan pun oleh nasabah dan memiliki jangkauan (jaringan kantor) yang luas.

Ia mengemukakan bahwa pangsa pasar bank syariah di Indonesia berkisar 5% dari total aset bank secara nasional. Jumlah nasabah bank syariah saat ini masih di bawah 10 juta orang, sehingga potensi peningkatan nasabah perbankan syariah masih sangat besar mengingat jumlah penduduk usia produktif Indonesia yang terus bertambah.

Hingga Oktober 2014 jumlah industri Bank Umum Syariah (BUS) tercatat sebanyak 12 bank, jumlah Unit Usaha Syariah (UUS) sebanyak 22 bank, BPRS sebanyak 163 bank, dan jaringan kantor sebanyak 2.950. Adapun total aset (khusus BUS dan UUS) adalah sebesar Rp 260,366 triliun, pembiayaan sebesar Rp 196,491 triliun, dan penghimpunan DPK perbankan syariah adalah sebesar Rp 207,121 triliun.

Terkait acara Expo iB (Islamic Banking) Vaganza 2015, Edy Setiadi mengemukakan bahwa Solo akan menjadi kota penyelenggara pertama kegiatan Expo iB Vaganza tahun 2015 dari rencana kegiatan di lima belas kota besar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat sepanjang tahun ini.

"Kegiatan di Kota Solo digelar dari tanggal 7-11 Januari 2015 bertempat di Solo Square. Solo dinilai telah menjadi lahan subur untuk pengembangan industri perbankan dan keuangan syariah yang 'market share' perbankan syariahnya telah melampaui 'market share' perbankan syariah nasional," paparnya.

Khusus untuk wilayah Jawa Tengah, sampai Oktober 2014, total aset gross, pembiayaan, dan Dana Pihak Ketiga (BUS dan UUS) masing-masing sebesar Rp 18,023 triliun, Rp 11,676 triliun dan Rp 9,249 triliun. Khusus kota Solo telah memberikan kontribusi terhadap penyaluran pembiayaan perbankan syariah sebesar Rp 3,9 triliun dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp 2,64 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×