kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Dana Pemda jadi potensi likuiditas bank syariah


Senin, 08 Desember 2014 / 16:24 WIB
ILUSTRASI. Pertamina Geothermal Energy di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi likuiditas bank syariah dengan mengacu pada finance to deposit ratio (FDR) semakin membaik. Itu terlihat dari posisi FDR bank syariah per September yang berada pada kisaran 93% atau lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu sebesar 103%.

Menurut Edi Setiadi, Kepala Departemen Pengawasan Bank Syariah OJK, penurunan level FDR tersebut seiring dengan perlambatan kredit yang diimbangi dengan peningkatan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). "Terutama sejak masuknya dana haji ke bank syariah," tutur Edi kepada KONTAN, Senin (8/12).

Seperti diketahui, ada sekitar Rp 32 triliun dana haji yang ditempatkan di bank. Dan dari jumlah itu, sekitar Rp 16 triliun dana haji yang berada di bank konvensional harus dialihkan ke bank syariah.

Selain dana haji, Edi juga mencium potensi dana yang bisa ditempatkan ke bank syariah. "Terutama dana-dana pemerintah daerah (pemda). Tapi, untuk yang satu ini bukan ranahnya OJK. Karena itu sifatnya kebijakan otonomi daerah masing-masing," jelas Edi.

Meski begitu, Edi mengaku, OJK berharap dana-dana pemda bisa dialihkan atau disimpan di bank syariah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×