Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (Otoritas Jasa Keuangan) mendorong perusahaan asuransi untuk memperkuat kinerja produk unitlink melalui peningkatan tata kelola, transparansi, serta perlindungan konsumen. Upaya ini dilakukan agar pertumbuhan industri tidak hanya berfokus pada volume, tetapi juga kualitas produk.
Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menegaskan bahwa OJK terus mendorong penguatan tata kelola produk unitlink melalui peningkatan transparansi manfaat dan risiko.
"Selain itu, perlu dilakukan penguatan proses pemasaran berbasis kebutuhan nasabah, serta pengelolaan investasi yang prudent," ucapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (9/4/2026).
Selain aspek pemasaran dan investasi, OJK juga menekankan pentingnya penerapan prinsip kesesuaian produk atau product suitability serta perlindungan konsumen. Hal ini dinilai krusial agar produk yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan nasabah.
Baca Juga: OJK Proyeksikan Premi Asuransi Jiwa Tumbuh, Ditopang Inovasi Produk dan Distribusi
Ogi menambahkan bahwa pada awal tahun ini, kinerja produk unitlink masih menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian global, termasuk faktor geopolitik. Kondisi tersebut mencerminkan minat masyarakat yang tetap terjaga terhadap produk berbasis investasi, khususnya untuk perencanaan keuangan jangka panjang.
Dari sisi kinerja industri, OJK mencatat pendapatan premi unitlink mencapai Rp 7,89 triliun per Februari 2026. Angka tersebut tumbuh 5,17% secara year on year (YoY). Jika dilihat lebih jauh, porsi premi unitlink mencapai 24,36% dari total premi industri asuransi jiwa yang sebesar Rp 32,39 triliun pada periode yang sama.
Menurut Ogi, capaian tersebut menunjukkan bahwa unitlink masih menjadi salah satu kontributor penting dalam industri asuransi jiwa nasional.
Ke depan, OJK memperkirakan pertumbuhan unitlink akan bergerak lebih moderat dan selektif. Fokus utama akan diarahkan pada keberlanjutan produk serta kesesuaian dengan profil risiko nasabah. Dengan demikian, pangsa unitlink diperkirakan cenderung stabil dengan potensi peningkatan secara bertahap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













