kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

SRBI Masih Diminati Bank, Potensi Tekanan Intermediasi Jadi Sorotan


Senin, 13 Juli 2026 / 19:10 WIB
SRBI Masih Diminati Bank, Potensi Tekanan Intermediasi Jadi Sorotan
ILUSTRASI. Tingginya minat perbankan terhadap SRBI menandakan bahwa SRBI masih menjadi alternatif penempatan dana bagi bank.(KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aura Putri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat investor terhadap Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masih tinggi. Pada lelang SRBI 10 Juli 2026, nilai penawaran mencapai Rp 30,46 triliun, namun Bank Indonesia hanya menyerap Rp 15 triliun.

Penawaran terbesar berasal dari SRBI tenor 12 bulan dengan total bid mencapai Rp 24,5 triliun. Adapun tingkat imbal hasil pemenang (weighted average yield) untuk tenor tersebut mencapai sekitar 7,67%.

Tren tersebut sejalan dengan peningkatan kepemilikan SRBI oleh perbankan. Data Bank Indonesia menunjukkan kepemilikan SRBI oleh perbankan terus meningkat. Hingga Mei 2026, bank menguasai SRBI senilai Rp 677,89 triliun, naik dari Rp 673,90 triliun pada April 2026. Secara tahunan, nilainya juga meningkat sekitar 26% dibandingkan pada Mei 2025, yaitu Rp 538,14 triliun.

Baca Juga: SRBI Tetap Jadi Pilihan Bank untuk Kelola Likuiditas

Vice President LPPI Trioksa Siahaan mengatakan tingginya minat perbankan terhadap Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menandakan bahwa SRBI masih menjadi alternatif penempatan dana bagi bank dalam mengelola likuiditas.

Namun, apabila kondisi tersebut berlangsung dalam jangka panjang, penempatan dana di SRBI berpotensi mengurangi insentif perbankan untuk meningkatkan fungsi intermediasi.

"Dibandingkan dengan SBN, SRBI lebih menarik karena berjangka pendek, lebih fleksibel untuk pengelolaan likuiditas, dan minim risiko durasi," ujar Trioksa kepada Kontan, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: Simpanan Mulai Berkurang, Bank Kecil Mulai Atur Strategi Penghimpunan DPK

Trioksa menilai tantangan Bank Indonesia ke depan adalah menjaga efektivitas SRBI sebagai instrumen stabilisasi nilai tukar dan pengendalian likuiditas, tanpa menyebabkan penyerapan likuiditas yang terlalu besar sehingga berpotensi menekan fungsi intermediasi perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×