kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

OJK Gandeng Organisasi Jepang Dalam Mempersiapkan Program Asuransi Wajib


Selasa, 11 Juni 2024 / 15:36 WIB
OJK Gandeng Organisasi Jepang Dalam Mempersiapkan Program Asuransi Wajib
ILUSTRASI. OJK gandeng General Insurance Rating Organization of Japan dalam pengembangan kapasitas SDM terkait penetapan premi asuransi.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan kerja sama dengan General Insurance Rating Organization of Japan (GIROJ) dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia terkait penetapan tarif premi asuransi. 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menyebut hal itu dilakukan untuk mempersiapkan program asuransi wajib.

"Khususnya, asuransi third party liability untuk kecelakaan lalu lintas sebagaimana diamanatkan UU P2SK," ungkapnya dalam keterangan resmi RDK OJK, Senin (10/6).

Baca Juga: OJK : RBC Industri Asuransi Masih Berada di Batas Aman

Agusman menyampaikan beberapa topik yang diangkat, yakni mengenai aspek perhitungan tarif, penyediaan tarif, serta benchmark skema pada Compulsary Automobile Liability Insurance (CALI) di Jepang.

Selain itu, Agusman menyatakan sebagai salah satu upaya penguatan sustainable finance di industri perasuransian, OJK juga bekerja sama dengan OECD Clean Energi Finance and Investment Mobilisation (CEFIM) Programme dalam menyelenggarakan Public Private Dialogue: Unlocking Financing for Energy Efficiency in Indonesia. 

Dia menerangkan dialog itu akan menggali perspektif dari lembaga pemerintah, lembaga keuangan, perusahaan teknologi, dan lembaga internasional untuk membahas instrumen efisiensi energi terutama melalui pemanfaatan Energy Saving Insurance (ESI).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×