kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.658   1,00   0,01%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

OJK: Insiden Reasuransi Marein Jadi Pengingat Pentingnya Ketahanan Siber


Selasa, 08 September 2026 / 19:47 WIB
OJK: Insiden Reasuransi Marein Jadi Pengingat Pentingnya Ketahanan Siber
ILUSTRASI. OJK mengatakan insiden yang dialami Marein tersebut menjadi pengingat bahwa ketahanan siber harus menjadi bagian tata kelola dan manajemen risiko.(KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk atau Reasuransi Marein (MREI) mengalami keterlambatan Laporan Keuangan Audit dan Laporan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2025 versi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117. Keterlambatan tersebut disebabkan serangan siber.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan insiden yang dialami Marein tersebut menjadi pengingat bahwa ketahanan siber harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola dan manajemen risiko perusahaan. 

"Selain itu, perlu dievaluasi dan diperkuat secara berkelanjutan," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: VTNY Paparkan Kinerja Semester I-2026, Tunjukkan Pertumbuhan Berkelanjutan

Lebih lanjut, Ogi menerangkan risiko siber saat ini bersifat lintas sektor dan terus berkembang, seiring dengan meningkatnya digitalisasi proses bisnis, termasuk di industri perasuransian.

Sesuai Peraturan OJK (POJK) Nomor 4/POJK.05/2021, Ogi menyebut perusahaan perasuransian wajib memastikan keandalan dan keamanan penyelenggaraan teknologi informasi, serta memitigasi risiko yang dapat mengganggu kegiatan usaha. 

Dia bilang OJK juga terus meminta perusahaan memperkuat pengelolaan risiko siber, antara lain melalui pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris, pencadangan data, serta pengendalian akses termasuk terhadap pihak ketiga.

"Ditambah, memastikan business continuity plan dan disaster recovery plan berjalan efektif," tuturnya.

Ogi menyampaikan penguatan siber makin mendesak untuk menjaga kesinambungan operasional, perlindungan konsumen, dan kepercayaan terhadap industri perasuransian.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Presiden Direktur Reasuransi Marein Robby Loho mengatakan keterlambatan penyampaian laporan keuangan tersebut disebabkan adanya serangan siber yang sudah ditangani secara baik, termasuk melibatkan pihak profesional. Dia bilang pelaporan insiden itu juga telah dilaporkan kepada OJK.

Baca Juga: Transaksi Pasar uang Antar Bank (PUAB) Rupiah Naik Jadi Rp17,7 Triliun per Juni 2026

"Hasil penanganan menunjukkan tidak adanya kebocoran data hingga penyelenggaraan RUPSLB," ungkapnya dalam Public Expose secara daring, Jumat (14/8/2026).

Guna meningkatkan keandalan keamanan Teknologi Informasi (TI), Robby menyampaikan Marein mengadakan kerja sama dengan pihak profesional untuk memperkuat keamanan pada sistem perusahaan. Selain itu, dia bilang perusahaan juga dalam proses mengulang perhitungan metode akuntansi sesuai dengan PSAK 117. Upaya itu dilakukan bekerja sama dengan profesional di bidang sistem perasuransian. 

"Perusahaan telah menyelesaikan kalkulasi saldo awal PSAK 117 dan data tahun 2024, serta proses validasi data tahun 2025 sedang berlangsung," ucapnya.

Robby memperkirakan keseluruhan proses tersebut dapat selesai pada minggu kedua September 2026 dan proses audit atas laporan keuangan yang dilakukan oleh auditor eksternal diperkirakan dapat selesai pada pertengahan Desember 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×