Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi XI DPR RI menetapkan lima nama Anggota Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Keputusan tersebut diambil dalam rapat internal Komisi XI DPR RI pada Rabu (11/3/2026) setelah melakukan uji kelayakan terhadap 10 calon anggota DK OJK.
Adapun sepuluh calon Dewan Komisioner OJK yang akan mengikuti fit and proper test meliputi Friderica Widyasari Dewi, Agus Sugiarto, Hernawan Bekti Sasongko, Ary Zulfikar, Hasan Fawzi, Darmansyah, Dicky Kartikoyono, Danu Febrianto, Adi Budiarso dan Anton Daryono.
Baca Juga: Calon DK OJK, Hasan Fawzi Targetkan Kapitalisasi Pasar Modal Tembus Rp 25.000 Triliun
Berdasarkan hasil rapat tersebut, Komisi XI DPR RI menyepakati lima nama untuk mengisi sejumlah posisi strategis di OJK.
Pertama, Friderica Widyasari Dewi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK.
Kedua, Hernawan Bekti Sasongko ditetapkan sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.
Selanjutnya, Hasan Fawzi dipilih sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.
Kemudian, Dicky Kartikoyono ditetapkan sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen.
Terakhir, Adi Budiarso dipilih sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.
Baca Juga: Calon DK OJK Adi Budiarso: Demutualisasi Bursa Buka Kepemilikan Baru
Penetapan lima nama tersebut merupakan hasil musyawarah mufakat dalam rapat internal Komisi XI DPR RI setelah rangkaian proses fit and proper test selesai dilakukan.
Selanjutnya, hasil keputusan rapat internal ini akan dibawa ke rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk disampaikan dan ditetapkan secara resmi.
Rencananya, penetapan tersebut akan dilakukan dalam rapat paripurna DPR RI pada Kamis, 12 Maret 2026.
Baca Juga: Calon DK OJK, Hasan Fawzi Targetkan Kapitalisasi Pasar Modal Tembus Rp 25.000 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













