Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut industri pembiayaan tetap menargetkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan di tengah dinamika perekonomian.
Namun, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menerangkan industri kini melakukan pendekatan yang lebih selektif dalam memilih debitur.
"Hal itu guna memitigasi risiko gagal bayar, sejalan dengan upaya menjaga kualitas pembiayaan dan keberlanjutan kinerja industri," katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (8/4).
Baca Juga: OJK Dukung Proses Dana Syariah (DSI), Dude Herlino & Allysa Soebandono Diperiksa
Agusman menilai dinamika perekonomian bisa menjadi tantangan bagi multifinance dalam mendorong kinerja pada tahun ini. Sebab, kondisi tersebut dapat memengaruhi permintaan dan kualitas pembiayaan.
Oleh karena itu, dia mendorong perusahaan multifinance terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas portofolio, serta mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. "Ditambah, mengedepankan prinsip perlindungan konsumen," ucap Agusman.
Terkait kinerja industri, OJK mencatat, piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 512,14 triliun per Februari 2026, tumbuh 1,01% secara year on year (YoY).
Sementara itu, tingkat Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Februari 2026 sebesar 2,78%. Angkanya terbilang memburuk, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 2,72%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













