Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan masih belum berkeinginan untuk mencabut moratorium fintech peer to peer (P2P) lending pada tahun ini.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan fokus OJK saat ini membenahi industri fintech lending terlebih dahulu agar bisa lebih sehat dan terjaga.
Agusman tak memungkiri masih adanya berbagai dinamika di industri, seperti fraud dan pelindungan konsumen, membuat pihaknya ingin mengedepankan hal tersebut terlebih dahulu.
Baca Juga: Rasio Klaim Asuransi Kesehatan Masih Terkendali, OJK Soroti Tekanan Inflasi Medis
"Moratorium belum, rapi-rapi dahulu. Situasi berbagai dinamikanya juga banyak di lapangan. Jadi, masih (tahun ini moratorium). Kami rapi-rapi dahulu, supaya siap, karena pelindungan konsumen juga harus dijaga," ungkapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (25/3).
Asal tahu saja, dalam roadmap industri fintech lending tertera target dari OJK pada fase 1 (2024-2025) bahwa adanya pembukaan moratorium fintech lending, khusus sektor produktif dan UMKM.
Berdasarkan kinerja industri secara keseluruhan, OJK mencatat outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 98,54 triliun per Januari 2026. Nilai itu tercatat tumbuh sebesar 25,52% secara Year on Year (YoY).
Jika ditelaah, pertumbuhan outstanding pembiayaan fintech lending per Januari 2026 terbilang meningkat, dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya. Adapun pertumbuhan outstanding pembiayaan fintech lending per Desember 2025 sebesar 25,44% YoY, dengan nilai mencapai Rp 96,62 triliun.
Sementara itu, Agusman menyebut tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending per Januari 2025 masih dalam kondisi terjaga dengan angka sebesar 4,38%. Adapun angka TWP90 per Januari 2026 tercatat meningkat, jika dibandingkan dengan posisi Desember 2026 yang sebesar 4,32%.
Baca Juga: Premi Asuransi Kendaraan Great Eastern Naik 4%, Didukung Lonjakan Mobil Listrik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













