kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

OJK sebut penyaluran kredit di Bali mulai tumbuh 0,54%


Sabtu, 29 Mei 2021 / 11:55 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Noverius Laoli

Ketua Umum Kadin Bali untuk membahas kebijakan yang dibutuhkan atau langkah-langkah yang  dapat dilakukan bersama agar pelaku UMKM, industri Hotel, Restoran dan Kafe (HOREKA), dan pelaku usaha lainnya di Bali cepat bangkit. 

Selain itu, Ia mengaku telah bertemu dengan Ketua Umum Kadin Bali untuk membahas kebijakan yang dibutuhkan atau langkah-langkah yang  dapat dilakukan bersama agar pelaku UMKM, industri Hotel, Restoran dan Kafe (HOREKA), dan pelaku usaha lainnya di Bali cepat bangkit. 

OJK juga telah melakukan pertemuan bersama Bali Tourism Board untuk membahas akses pembiayaan bank ke sektor pariwisata serta sektor unggulan Bali lainnya.

Baca Juga: Resmi dirilis kemarin, ini daftar paket internet 5G Telkomsel

“OJK bekerjasama dengan para pelaku industri keuangan di Bali akan terus berupaya memfasilitasi dan menyediakan berbagai alternatif solusi agar industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali bisa bertahan dan segera mampu bangkit kembali,” pungkasnya. 

Berdasarkan data BPS Pertumbuhan ekonomi di Bali selama Kuartal I-2021 masih terkontraksi sebesar -9,85% yoy di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini disebabkan oleh kunjungan wisatawan mancanegara masih terkontraksi sebesar -99,9% yoy dan wisatawan domestik sebesar -69,36% yoy. Rata-rata tingkat hunian kamar juga turun sebesar 76,75% yoy.

Kendati demikian, terdapat tiga sektor yang tumbuh secara signifikan secara kuartalan, jasa keuangan naik 1,34% QoQ, jasa kesehatan merangkak 0,57% QoQ, serta informasi dan komunikasi tumbuh 0,35% QoQ.

Selanjutnya: Pagu indikatif KLHK pada tahun 2022 sebesar Rp 7,12 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×