Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) memastikan strategi ekspansi kredit perseroan tidak bergantung pada perusahaan yang berasal dari negara asal pemegang saham pengendalinya yakni dari Korea Selatan.
Bank milik grup jasa keuangan Korea Selatan, OK Next Co., Ltd., ini memilih memperbesar pembiayaan kepada korporasi dan nasabah komersial di Indonesia.
Direktur Kepatuhan OK Bank Efdinal Alamsyah mengatakan, strategi penyaluran kredit perseroan saat ini berfokus pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
"Saat ini, tidak terdapat pembiayaan kepada perusahaan yang berasal dari negara asal pemegang saham," ujar Efdinal kepada Kontan.co.id, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: Bank Kasikorn (BMAS) Optimistis Kredit Tumbuh Meski Laba Turun 91,5% di Kuartal I
Menurut dia, pertumbuhan kredit OK Bank sepenuhnya ditopang oleh pembiayaan kepada nasabah korporasi dan komersial di Indonesia yang memiliki fundamental usaha yang baik.
Ia menegaskan, seluruh keputusan pemberian kredit dilakukan secara independen dengan mempertimbangkan kualitas debitur dan profil risiko, tanpa dipengaruhi afiliasi dengan pemegang saham pengendali.
"Pertumbuhan kredit didorong oleh pembiayaan kepada nasabah korporasi dan komersial di Indonesia yang memiliki fundamental usaha yang baik, dengan seluruh keputusan kredit dilakukan secara independen berdasarkan kualitas debitur dan profil risiko," jelasnya.
Sebagai informasi, OK Bank merupakan bank yang dikendalikan oleh OK Next Co., Ltd., grup jasa keuangan asal Korea Selatan. Berdasarkan struktur kepemilikan saham terbaru, perusahaan tersebut menguasai sekitar 73,34% saham PT Bank Oke Indonesia Tbk sehingga menjadi pemegang saham pengendali perseroan.
Baca Juga: Allo Bank Optimistis Kinerja Tetap Tumbuh Positif hingga Akhir 2026
Strategi memperluas pembiayaan kepada korporasi domestik turut menopang pertumbuhan kredit perseroan. Berdasarkan laporan keuangan Mei 2026, penyaluran kredit OK Bank mencapai Rp10,81 triliun, tumbuh 12,66% secara tahunan (year on year / YoY).
Melalui strategi tersebut, perseroan berharap dapat menjaga kualitas aset sekaligus menciptakan pertumbuhan kredit yang berkelanjutan di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
