kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Pajak Tidak Menyurutkan Niat Lender Berinvestasi di Fintech


Kamis, 07 Juli 2022 / 00:16 WIB
ILUSTRASI. Peer to Peer Lending. 


Reporter: Ignatia Ivani | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kebijakan Pajak Penghasilan (PPh)  tidak berpengaruh pada minat para lender untuk menyalurkan pendanaan ke fintech lending.

Head of Marketing EstaKapital, Setiawan Loekman mengungkap, hingga kini penerapan pajak yang berlaku pada bulan Mei lalu belum menurunkan minat lender mereka. "Pemotongan pajak ini tidak terlalu signifikan karena imbal hasil itu kan tentunya masih lebih tinggi," ujar Loekman, Rabu (6/7).

Ia menyebutkan selama ini lender bisa mendapatkan  pembagian imbal hasil atau return lender hingga 15% per tahun

Tidak jauh berbeda Ivan Nikolas Tambunan, Co-Founder dan CEO Akseleran juga menyebut jika penerapan pajak tak menghalangi minat lender dalam terutama dari kalangan anak muda. "Segmen milenial memang berkontribusi 60% pada pendanaan di Akseleran," kata Ivan.

Per 1 Mei lalu, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 69/PMK.03/2022 sah berlaku. Dalam beleid itu PPh sebesar 15% dari imbal hasil lender fintech yang diraih bakal masuk sebagai pajak..

Aturan ini dinilai akan menambah beban lender fintech yang menikmati imbal hasil dari investasinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×