kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pandemi masih membayangi bisnis asuransi kendaraan bermotor di tahun ini


Minggu, 25 Juli 2021 / 06:35 WIB
ILUSTRASI. Bisnis asuransi kendaraan masih tertahan pandemi Covid-19


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

Adapun sampai paruh pertama tahun ini, ACPI masih memiliki kinerja pendapatan premi yang cukup bagus dengan tercermin dari pertumbuhan sebesar 23% secara yoy dengan nilai Rp 590 miliar. Sebagai perbandingan, di periode yang sama tahun sebelumnya pendapatan premi perusahaan hanya sebesar Rp 480 miliar.

“Sampai saat ini kami masih optimis target total pendapatan premi sampai akhir tahun capai Rp 1,3 triliun meskipun akan kami pantau lagi di kuartal 3 saat ini,” tambah Nico.

Sedikit berbeda, Asuransi Wahana Tata (Aswata) masih melihat belum ada pengaruh dari adanya PPKM darurat. Meskipun demikian, pendapatan premi mereka masih mengalami kontraksi sebesar 5% pada semester pertama dengan nilai Rp 810 miliar.

“Belum tau (PPKM Darurat) ini akan membuat pendapatan premi kembali turun atau tidak. Semoga bulan per bulannya tidak turun,” ujar Presiden Direktur Aswata Christian Wirawan Wanandi.

Ia justru melihat bahwa asuransi kendaraan bermotor masih ada peluang untuk terus tumbuh. Asal tahu saja, asuransi kendaraan bermotor memiliki kontribusi yang cukup besar sebesar 30%. “Asuransi kendaraan bermotor ini bisa naik karena insentif pemerintah terkait pajak 0%,” pungkas Christian.

Selanjutnya: Premi asuransi engineering alami penyusutan di tengah pandemi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×