Reporter: Ade Priyatin | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) di atas 95% per 31 Maret 2026.
Langkah ini mendapat respons positif dari pelaku industri manajer investasi.
PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) menilai kebijakan tersebut sebagai tonggak penting dalam reformasi bursa yang tengah berlangsung.
Menurut Presiden Direktur sekaligus Direktur Pemasaran Bahana TCW, Danica Adhitama keterbukaan informasi ini menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan berinvestasi.
Baca Juga: Naik 44%, Jamkrida Sumbar Catatkan Perolehan Laba Rp 1,7 Miliar per Februari 2026
"Transparansi informasi merupakan hal yang sangat penting untuk pengambilan keputusan dalam dunia investasi," ujarnya kepada Kontan, Rabu (8/4/26).
Senada dengan itu, PT Pinnacle Persada Investama atau Pinnacle Investment juga menyambut positif langkah BEI ini.
CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra memandang rilis ini sebagai langkah positif dalam meningkatkan transparansi pasar, terutama terkait struktur kepemilikan saham dan implikasinya terhadap likuiditas.
"Kami memandang rilis BEI ini sebagai langkah positif dalam meningkatkan transparansi pasar," katanya.
Baca Juga: BNI Menilai Dampak Kenaikan Harga Energi ke Kredit Masih Terkendali
Meskipun tidak memiliki eksposur terhadap saham-saham tersebut, pihaknya menyebut rilis BEI tetap menjadi referensi penting dalam proses evaluasi portofolio ke depan guna memperkuat manajemen risiko dalam pengambilan keputusan investasi.
Sebagai informasi penting, berikut sembilan emiten yang dirilis BEI dengan tingkat kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi pada pihak tertentu.
Saham-saham tersebut antara lain PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dengan konsentrasi 95,47%, PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) 97,75%, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) 98,35%, serta PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang mencapai 99,77%.
Selain itu, terdapat PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) sebesar 95,94%, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) 99,85%, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) 95,35%, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 95,76%, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 97,31%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













