kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pembiayaan Baru Multiguna Adira Finance Naik 11% pada Kuartal I-2024


Minggu, 21 April 2024 / 06:05 WIB
Pembiayaan Baru Multiguna Adira Finance Naik 11% pada Kuartal I-2024
ILUSTRASI. Adira Finance membukukan kinerja positif penyaluran pembiayaan baru multiguna.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk (Adira Finance) membukukan kinerja positif penyaluran pembiayaan baru multiguna. 

Chief of Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani menyebut pembiayaan baru multiguna Adira Finance pada kuartal I-2024 tumbuh 11% dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Dari Rp 2,2 triliun pada kuartal I-2023 menjadi Rp 2,4 triliun pada kuartal I-2024," ujarnya kepada Kontan, Jumat (19/4).

Gani menyampaikan kenaikan itu disebabkan naiknya kebutuhan masyarakat atas penyediaan dana untuk tujuan konsumsi, seperti renovasi rumah, uang sekolah, liburan, dan dana darurat. 

Baca Juga: Adira Finance Bukukan Pembiayaan Baru pada Kuartal I-2024 Sebesar Rp 11 Triliun

Selain itu, adanya kebutuhan masyarakat dalam mendanai dan menambah modal kerja untuk bisnisnya yang mayoritas tergolong sebagai UMKM.

Sementara itu, Gani menerangkan pembiayaan baru perusahaan pada kuartal I-2024 tercatat sebesar Rp 11 triliun.

"Nilai itu meningkat 3%, jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu," katanya. 

Gani mengatakan kenaikan tersebut didukung dari beberapa inisiatif yang dilakukan perusahaan, seperti melakukan kegiatan expo, menambah jumlah jaringan, fokus pada customer retention, dan membangun dealer relationship dengan para dealer.

Baca Juga: Piutang Pembiayaan Sejumlah Multifinance Merekah Selama Ramadan

Meski mencatatkan kenaikan, Gani menyampaikan pembiayaan mobil mengalami penurunan 3% atau turun sebesar Rp 100 miliar pada kuartal I-2024. Namun, dia bilang hal itu dikompensasi dengan kenaikan untuk pembiayaan sepeda motor dan multi-purpose loan masing-masing naik sekitar Rp 200 miliar.

Dia juga menyebut penurunan pembiayaan mobil tidak bisa dilepaskan pada penurunan penjualan otomotif nasional. Sebab, baik data retail sales dan data wholesale semuanya menunjukkan penurunan double digit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×