kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Pembiayaan BNPL Indodana Finance Makin Kencang


Selasa, 20 Mei 2025 / 13:45 WIB
Pembiayaan BNPL Indodana Finance Makin Kencang
ILUSTRASI. Di tengah perlambatan industri buy now pay later (BNPL), PT Indodana Multi Finance justru mencatatkan lonjakan pembiayaan BNPL sebesar 40% pada Maret 2025 dibanding bulan sebelumnya.


Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah perlambatan industri buy now pay later (BNPL), PT Indodana Multi Finance justru mencatatkan lonjakan pembiayaan BNPL sebesar 40% pada Maret 2025 dibandingkan bulan sebelumnya. 

Berdasarkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, pembiayaan BNPL tumbuh 39,3% secara tahunan (year-on-year/yoy), melambat dibandingkan Februari 2025 yang mencatat pertumbuhan 59,1% yoy.

Direktur PT Indodana Multi Finance, Iwan Dewanto, mengatakan pertumbuhan ini sejalan dengan tren peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap layanan BNPL yang nyaman dan aman, terutama setelah momentum Ramadan dan Lebaran.

“Posisi per Maret 2025 nilai total pembiayaan Indodana PayLater menunjukkan pertumbuhan di sekitar 40% dari bulan sebelumnya. Pertumbuhan serupa juga terjadi pada periode 2024 yang melonjak hingga 50% dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Iwan kepada Kontan, Selasa (20/5).

Baca Juga: Akulaku Catat Pembiayaan BNPL Tembus Rp1,8 Triliun pada Kuartal I-2025

Kenaikan tersebut didorong meningkatnya kepercayaan pengguna baik pelanggan baru maupun pelanggan setia, serta kontribusi dari jaringan mitra ritel online dan offlin. Lonjakan transaksi terutama terjadi pada kategori elektronik, fesyen, dan kebutuhan rumah tangga pasca-Idulfitri.

Meski pertumbuhan industri secara umum menunjukkan tren melambat dibanding Februari 2025 yang tumbuh 59,1% secara tahunan, , bahwa perlambatan tersebut bersifat sementara dan tidak mencerminkan penurunan minat masyarakat terhadap layanan BNPL.

“Kami melihat pembiayaan BNPL akan terus bertumbuh ke depannya dikarenakan adanya kemudahan dalam melakukan transaksi secara nyaman dan aman,” ujar Iwan.

Ia mengatakan, perlambatan pertumbuhan tersebut sebagai dampak dari situasi kondisi makro ekonomi di Indonesia dan dunia yang mengalami penurunan pada periode tertentu selain adanya perang tarif perdagangan dari Amerika Serikat.

Baca Juga: OJK Tengah Rancang SEOJK Buy Now Pay Later (BNPL) Perusahaan Pembiayaan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×