Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater perusahaan pembiayaan atau multifinance masih menunjukkan pertumbuhan signifikan per September 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan penyaluran pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan sebesar Rp 13,54 triliun per September 2026.
Baca Juga: Jaga Kualitas Pembiayaan, Simak Strategi Fintech Amartha
"Adapun BNPL perusahaan pembiayaan tumbuh 31,35% secara Year on Year (YoY)," ucapnya dalam konferensi pers RDK OJK, Kamis (5/11).
Jika dilihat pertumbuhan pembiayaan BNPL per September 2026 tercatat melambat, jika dibandingkan posisi bulan sebelumnya. Adapun pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 36,57% YoY menjadi sebesar Rp 13,61 triliun per Agustus 2026.
Tercatat, pertumbuhan pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan per Agustus 2026 juga mengalami perlambatan, jika dibandingkan posisi per Juli 2026. OJK mencatat, pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 54,65% YoY menjadi sebesar Rp 13,62 triliun per Juli 2026.
Sementara itu, Agusman menyampaikan Non Performing Financing (NPF) gross BNPL perusahaan pembiayaan tercatat masih terjaga. Dia menyebut NPF gross BNPL perusahaan pembiayaan per September 2026 sebesar 3,12%. Angkanya tercatat memburuk atau meningkat dibanding posisi bulan sebelumnya yang sebesar 3,03%.
Baca Juga: OJK Usut 15 Pialang Asuransi Ilegal, Empat Perusahaan Asuransi Terancam Pidana
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
