kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pembiayaan kredit UKM FIF Group masih flat


Selasa, 08 Mei 2018 / 21:15 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan Kantor FIF Group


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembiayaan PT Federal Internasional Finance (FIF) Group baru memulai di sektor pembiayaan kredit usaha mikro dan menengah (UKM) tahun lalu. Hingga saat ini, penyaluran kredit tersebut masih flat karena masih tahap awal dan mempertimbangkan risiko kredit macet (NPL).

Direktur IT & Bisnis Development FIF Group Indra Gunawan bilang, perusahaan menyalurkan kredit UKM rata-rata sekitar 15 miliar per bulan. Pembiayaan itu masuk dalam program modal kerja dan berasal dari 500 nasabah perusahaan.

“Penyaluran UKM lebih tepat ke modal kerja dan rata-rata itu sekitar Rp 15 miliar pendanaan yang kami salurkan,” kata Indra kepada Kontan.co.id, Selasa (8/5).

Sementara itu, pembiayaan dari sektor mikro produktif seperti penyaluran kredit alat bantu kerja, telah hasilkan Rp 5 miliar per bulan. Sedangkan sektor express need, seperti kebutuhan pendidikan dan pernikahan mengumpulkan pembiayaan sekitar Rp 5 miliar per bulan.

Dengan kondisi penyaluran UKM yang masih rendah, perusahaan akan menggenjot bisnis ini lewat sejumlah strategi, di antaranya membentuk organisasi khusus yang bisa memperkuat jaringan bisnis.

“Saat ini kami sudah memiliki tim khusus di 121 cabang yang berpotensi mengembangkan bisnis ini. Kami juga fokus mengembangkan bisnis ini yang dikerjakan oleh pengembang bisnis terbaik,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×