kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   -1.000   -0,07%
  • USD/IDR 16.196
  • IDX 7.285   -42,48   -0,58%
  • KOMPAS100 1.135   -6,86   -0,60%
  • LQ45 913   -7,71   -0,84%
  • ISSI 218   -0,65   -0,30%
  • IDX30 454   -4,27   -0,93%
  • IDXHIDIV20 544   -4,82   -0,88%
  • IDX80 128   -0,99   -0,77%
  • IDXV30 127   -0,26   -0,20%
  • IDXQ30 153   -1,52   -0,98%

Pembiayaan syariah bisa tumbuh di 2018


Sabtu, 10 Februari 2018 / 12:05 WIB
 Pembiayaan syariah bisa tumbuh di 2018


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembiayaan syariah loyo. Sampai akhir 2017, pembiayaan syariah yang disalurkan menurun 8,32%.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, sampai Desember 2017 pembiayaan syariah hanya mencapai Rp 28,76 triliun. Padahal di akhir 2016 sebanyak Rp 31,37 triliun. Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Riswinandi mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang tidak sesuai ekspektasi berdampak pada multifinance syariah. Dus, pelaku industri makin hati-hati saat harus menyalurkan pembiayaan.

Tahun ini, OJK optimistis pasar pembiayaan syariah akan tumbuh. Faktor pendongkraknya karena target ekonomi dalam negeri naik sehingga proyeksi industri juga ikut meningkat.

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk pun yakin pembiayaan syariah bisa tumbuh 5% di tahun ini. Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli mengatakan, tahun lalu pembiayaan syariah Adira mencapai Rp 5,9 triliun. Pembiayaan syariah tersebut menurun 29,76% dari Rp 8,4 triliun di 2016.

"Penyebab penurunannya karena tidak ada pembeda pembiayaan syariah dengan konvensional seperti besaran Down Payment (DP)," jelas Hafid. Meski begitu, dia yakin pembiayaan syariah ada peminatnya tersendiri yakni konsumen muslim. Terutama di segmen multiguna seperti perjalanan religi. "Kami genjot ke wilayah tertentu yang potensinya besar di Aceh, Padang, Makassar dan sebagainya," kata dia.

Kondisi berbeda terjadi di PT Mandiri Tunas Finance (MTF). Realisasi pembiayaan syariah melalui kerjasama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) mencapai Rp 220 miliar hingga akhir 2017. Nominal itu melampaui proyeksi Rp 200 miliar

Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo mengatakan, pembiayaan syariah MTF baru berjalan di kuartal III 2017. "Tahun ini kami genjot setiap bulannya Rp 100 miliar, sehingga targetnya Rp 1,2 triliun," kata dia. Strategi MTF adalah mengoptimalkan nasabah dari induk usaha yakni Bank Mandiri.

Saat ini, MTF masih fokus menyalurkan pembiayaan otomotif. MTF juga akan konsolidasi dengan BSM untuk memperluas penetrasi pasar. "Kesulitan kami saat ini hanya koordinasi, karena masih baru, jadi terus kami optimalkan," ujar Harjanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×