kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pembiayaan syariah merosot 26%


Minggu, 07 Juni 2015 / 18:10 WIB
ILUSTRASI. Lagu-lagu dari Ariana Grande dan beberapa penyanyi lainnya yang modern dan bertema Natal cocok untuk diputar saat perayaan Natal.


Reporter: Dina Farisah | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Total pembiayaan syariah sepanjang empat bulan pertama tahun ini turun 26% dibanding periode yang sama tahun lalu. Peyebabnya lantaran turunnya penjualan kendaraan bermotor.

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total pembiayaan syariah periode Januari-April 2015 mencapai Rp 16,719 triliun. Angka ini merosot 26% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 21,173 triliun. Adapun total pembiayaan pada periode Januari-April 2015 sebesar Rp 368,654 triliun.

Artinya, porsi pembiayaan syariah hanya mencapai 4,5% dari total pembiayaan. Sebanyak 95,5% atau Rp 351,935 triliun merupakan pembiayaan konvensional.

Menanggapi hal ini, Presiden Direktur PT Federal International Finance (FIF), Suhartono mengatakan, salah satu penyebab pembiayaan syariah kalah dibanding konvensional lantaran sumber pembiayaan konvensional lebih banyak ketimbang syariah. Sementara, syariah terbatas.

Selain itu, saat ini masih jarang perusahaan pembiayaan yang khusus menangani syariah. Umumnya hanya berupa unit usaha syariah (UUS).

"Mudah-mudahan dengan adanya peraturan OJK mengenai penurunan uang muka syariah, bisa menggenjot pembiayaan syariah," ujar Suhartono kepada KONTAN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×