kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Penerbitan Global Bond Bank Mandiri US$ 300 Juta Alami Oversubscribed 10,3 Kali


Rabu, 29 Maret 2023 / 14:45 WIB
Penerbitan Global Bond Bank Mandiri US$ 300 Juta Alami Oversubscribed 10,3 Kali
ILUSTRASI. Logo Bank Mandiri. REUTERS/Darren Whiteside


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Mandiri berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun dari penerbitan global bond yang akan digunakan untuk pengembangan bisnis perseroan.

Global bond tersebut memiliki tenor 3 tahun dengan kupon sebesar 5,5%. Dalam penerbitan global bond ini, Bank Mandiri menunjuk HSBC, J.P. Morgan, Mandiri Securities, Citigroup, MUFG dan Standard Chartered Bank sebagai joint lead managers

Penerbitan global bond ini menerima lebih dari US$ 3,1 miliar permintaan pada saat proses orderbook atau kelebihan permintaan (oversubscription) mencapai 10,3 kali dari jumlah yang diterbitkan dan merupakan oversubscription terbesar yang pernah dicapai oleh Bank Mandiri. 

Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri Eka Fitria menyampaikan, tingkat oversubscription tertinggi dalam sejarah penerbitan global bond Bank Mandiri ini merupakan sebuah pencapaian dan bukti bahwa investor percaya kepada kinerja Bank Mandiri di tengah maraknya sentimen negatif pasar kepada sektor perbankan dan pasar global.

Baca Juga: Semen Baturaja (SMBR) Raih Kredit Sindikasi Senilai Rp 901,425 Miliar dari Empat Bank

"Positifnya keyakinan investor juga terlihat dari rating yang diberikan kepada obligasi ini dari lembaga pemeringkat internasional yaitu Baa2 dari Moody’s dan BBB- dari Fitch," kata Eka dalam siaran pers, Rabu (29/3).

Adapun, investor pada penerbitan global bond ini didominasi oleh fund manager dan asset manager dengan porsi kepemilikan sebesar 76%, diikuti dengan Bank sebesar 13%, dan pengelola dana pensiun sebesar 11%. 

Selain itu, sebagian besar investor berasal dari Asia sebanyak 78% dan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) sebesar 22%. Pasca proses penerbitan, obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (Singapore Exchange/SGX).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×