kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.985   10,00   0,06%
  • IDX 7.337   -248,32   -3,27%
  • KOMPAS100 1.020   -39,17   -3,70%
  • LQ45 751   -25,47   -3,28%
  • ISSI 257   -9,75   -3,65%
  • IDX30 397   -12,77   -3,11%
  • IDXHIDIV20 493   -13,82   -2,73%
  • IDX80 115   -4,19   -3,52%
  • IDXV30 133   -4,17   -3,04%
  • IDXQ30 129   -4,15   -3,13%

Pengamat Sebut Faktor yang Bisa Meningkatkan Rasio Klaim Asuransi Kredit pada 2026


Minggu, 08 Maret 2026 / 18:27 WIB
Pengamat Sebut Faktor yang Bisa Meningkatkan Rasio Klaim Asuransi Kredit pada 2026
ILUSTRASI. Ketua Umum AAUI Budi Herawan (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Angka rasio klaim lini asuransi kredit di industri asuransi umum terbilang masih tinggi. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, rasio klaim asuransi kredit berada di level 95,7% per akhir 2025, atau meningkat dibandingkan pencapaian per akhir 2024 yang sebesar 91,3%.

Pengamat Asuransi, Irvan Rahardjo memperkirakan ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan angka NPF industri pada 2026. Dia bilang salah satunya dipicu penurunan kualitas portofolio kredit, kenaikan kredit bermasalah, dan ketidakpastian ekonomi global. 

Baca Juga: Ada Ketidakpastian Global, Nilai Rasio Klaim Asuransi Kredit Berpotensi Meningkat

"Faktor lainnya, meliputi lemahnya underwriting atau seleksi risiko, konsentrasi risiko pada sektor tertentu, serta penyesuaian regulasi risk sharing dengan bank," katanya kepada Kontan, Sabtu (7/3/2026).

Untuk menekan dan mengantisipasi lonjakan rasio klaim asuransi kredit pada 2026, Irvan menyebut industri asuransi perlu menerapkan sejumlah upaya. Dia bilang perusahaan asuransi perlu fokus pada penguatan underwriting, penyesuaian tarif premi berbasis risiko, dan monitoring portofolio. 

"Langkah kunci juga diperlukan, mencakup seleksi ketat profil debitur, optimalisasi risk sharing dengan bank, dan penggunaan teknologi untuk pemodelan aktuaria yang lebih akurat," ucap Irvan.

Baca Juga: Rasio Klaim Asuransi Kredit di Asuransi Umum Masih Tinggi di Level 95,7% pada 2025

Sementara itu, Ketua Umum AAUI, Budi Herawan mengatakan industri asuransi umum tetap perlu menerapkan kewaspadaan pada tahun ini di tengah potensi meningkatnya rasio klaim asuransi kredit. Untuk mengantisipasi risiko peningkatan rasio klaim, dia bilang industri telah melakukan langkah mitigasi melalui pengetatan seleksi risiko, penyesuaian tarif berbasis profil risiko, penguatan monitoring portofolio, serta koordinasi yang lebih erat dengan lembaga pembiayaan. 

"Dengan disiplin underwriting dan manajemen risiko yang lebih kuat, industri diharapkan dapat menjaga rasio klaim tetap lebih terkendali dibanding periode tekanan sebelumnya," kata Budi kepada Kontan. 

Baca Juga: Ketidakpastian Global, Asuransi Umum Perlu Waspadai Rasio Klaim Asuransi Kredit Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×