Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform aplikasi digital dari PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025 lalu. Ke depannya, Bank Muamalat berkomitmen untuk memperkuat layanan ZISWAF dengan integrasi pada aplikasi Muamalat DIN.
Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengatakan jumlah pengguna aplikasi Muamalat DIN sampai dengan akhir tahun 2025 lalu mencapai lebih dari 600.000 pengguna atau naik 6% secara tahunan.
Adapun jumlah transaksi yang dilakukan dalam aplikasi Muamalat DIN mengalami pertumbuhan yang cukup besar, yakni 11% year on year (yoy).
Baca Juga: Saham Big Banks: BMRI & BBCA Menguat, BBRI & BBNI Melemah Tipis di Sesi Pertama
Imam menyebut peningkatan ini akan menjadi landasan transformasi bagi Bank Muamalat. Ke depannya, Bank Muamalat secara bertahap akan terus mengarahkan basis kinerjanya agar semakin sejalan dengan syariat Islam.
"Secara bertahap Bank Muamalat mulai mengarahkan kinerja yang tidak hanya bertumpu pada indikator finansial, tetapi juga pada key performance indicator (KPI) berbasis maqasid syariah," tulis Imam dalam keterangan resminya, Selasa (31/3/2026).
Imam kemudian menyebut layanan Bank Muamalat yang meliputi zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) ke depannya akan diintegrasikan melalui aplikasi Muamalat DIN.
Dalam keterangannya, Imam juga mengapresiasi berbagai pihak eksternal yang memberi penilaian positif terhadap kinerja Bank Muamalat, termasuk kinerja positif dari aplikasi Muamalat DIN.
Bank Muamalat berhasil meraih predikat "The Best Sharia Bank in Service Excellence for 15 Consecutive Years" dari Infobank dan MRI. Bank Muamalat juga terpilih sebagai "Reader's Choice for The Best Sharia Movile Banking" dalam Anugerah Syariah Republika.
Di samping memperkuat layanan digital, Bank Muamalat juga terus menjaga layanan kantor cabangnya. Hingga akhir 2025 lalu, Bank Muamalat memiliki 80 kantor cabang utama dan 144 kantor cabang pembantu.
Imam berharap kombinasi layanan fisik dan digital ini dapat mendukung kebutuhan transaksi nasabah yang semakin beragam, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis syariah.
"Ke depan, Bank Muamalat memposisikan diri sebagai bank syariah yang fokus pada ekosistem haji, umrah, dan ZISWAF, dengan harapan dapat memberikan kontribusi ekonomi nyata bagi penguatan ekonomi umat," tulis Imam.
Baca Juga: Waspada Phishing, BRI Ingatkan Bahaya Link Palsu yang Kian Marak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












