kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Per akhir Juli, enam bank besar menguasai 53,23% aset perbankan Indonesia


Selasa, 15 Oktober 2019 / 04:48 WIB
Per akhir Juli, enam bank besar menguasai 53,23% aset perbankan Indonesia
ILUSTRASI. JAKARTA,27/09-PERLAMBATAN LABA BANK. Warga melakukan transaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri (atm) di pusat perbelanjaan di Jakarta, Minggu (27/09). Perlambatan pertumbuhan kredit akibat dari kondisi ekonomi global dan nasional mulai memberikan dam

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan aset perbankan di Tanah Air masih didominasi sebagian besar oleh bank besar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Statistik Perbankan Indonesia (SPI) mencatat, per Juli 2019 total aset kategori bank umum kelompok usaha (BUKU) IV dengan modal di atas Rp 30 triliun sudah mencapai 4.396,67 triliun.

Jumlah tersebut setidaknya mewakili sekitar 53,23% total aset perbankan secara industri yang mencapai Rp 8.258,88 triliun pada periode akhir Juli 2019. Porsi tersebut melompat dari tahun sebelumnya yang baru sebesar 50,12%. Peningkatan aset BUKU IV secara industri disebabkan oleh masuknya PT Bank Panin Tbk ke BUKU IV.

Catatan saja, hingga akhir Agustus 2019 lalu Bank Panin mencatat total asetnya sudah mencapai Rp 193,2 triliun (unaudited). Masuknya Bank Panin ke kelompok BUKU IV makin memperkuat dominasi bank kelas kakap di Indonesia.

Terbukti, BUKU IV yang terdiri dari enam bank yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Bank Panin melesat naik 15,5% secara year on year (yoy) per Juli 2019.

Baca Juga: Kredit melambat, bank pacu bisnis wealth management

Pertumbuhan tersebut praktis melampaui pertumbuhan aset secara industri yang hanya naik 8,74% secara tahunan.

Kendati demikian, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pihaknya tak yakin aset perbankan masih bisa tumbuh dua digit di akhir 2019. Hal ini tentu tidak terlepas dari perlambatan laju kredit yang menerpa industri perbankan.




TERBARU

Close [X]
×