kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Perbankan Genjot Akuisisi Nasabah, Dana Murah Ikut Terdongkrak


Kamis, 03 September 2026 / 18:44 WIB
Perbankan Genjot Akuisisi Nasabah, Dana Murah Ikut Terdongkrak
ILUSTRASI. OJK mencatat dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh 10,21% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 10.281,8 triliun per Juni 2026. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aura Putri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ruang perbankan untuk mengakuisisi nasabah baru masih terbuka tahun ini. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan jumlah penduduk yang belum memiliki rekening perbankan (unbanked) mencapai 46,5 juta orang pada akhir 2026, turun dari 49,7 juta orang pada akhir 2025.

Mengutip data OJK, jumlah rekening bank umum yang dijamin penuh LPS hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank telah mencapai 696 juta rekening per Juni 2026, atau 99,94% dari total rekening.

Di sisi pendanaan, OJK mencatat dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh 10,21% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 10.281,8 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang giro yang tumbuh 9,95% yoy, tabungan 8,25% yoy, dan deposito 12,16% yoy.

Baca Juga: BSI Perluas Layanan Keuangan Syariah untuk Diaspora Indonesia di Korea Selatan

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Persero) (BSI) mencatat hingga Juni 2026, jumlah nasabah BSI mencapai 24,3 juta, tertinggi sejak BSI berdiri.

Direktur Finance & Strategy PT Bank Syariah Indonesia Ade Cahyo Nugroho mengatakan, dalam semester I 2026 BSI berhasil mengakuisisi sekitar 1,1 juta nasabah. Pertumbuhan tersebut didorong oleh perbaikan teknologi serta pengembangan ekosistem berbasis syariah dan bisnis emas.

“Terdapat lompatan jumlah nasabah, baik yang terkait dengan produk-produk berbasis syariah seperti tabungan haji ataupun priority customer yang memang menunjukkan progres yang sangat baik," ujar Ade saat paparan kinerja perseroan, Jumat (21/8/2026).

Sejalan dengan itu, DPK BSI naik 22% yoy menjadi Rp 393 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang dana murah (CASA) yang mencapai Rp 238 triliun, terdiri dari tabungan sebesar Rp 173 triliun dan giro Rp 65,5 triliun.

Sementara itu, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mencatat pertumbuhan simpanan nasabah pada Semester I 2026. Mengutip laporan kinerja perseroan, customer deposits Maybank meningkat 8,2% yoy menjadi Rp 124,10 triliun. Pertumbuhan terutama berasal dari dana murah atau CASA yang meningkat 22,4% yoy, sehingga rasio CASA Maybank mencapai 63,6%.

Direktur Operations Maybank Indonesia Widya Permana mengatakan, penetrasi layanan Maybank terus meningkat. Tren tersebut terlihat dari kenaikan jumlah nasabah, transaksi hingga nilai transaksi digital.

Baca Juga: Allo Bank Siapkan Dana Rp 300 Miliar untuk Buyback Saham

Penetration rate-nya, trennya naik. Jadi baik dari jumlah nasabah, jumlah transaksi maupun value-nya,” ujar Widya di Kantor Cabang Maybank Thamrin, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Widya mengatakan saat ini investasi menjadi salah satu produk yang diminati, terutama di segmen premier. Nasabah juga membutuhkan informasi mengenai kondisi pasar dan bagaimana mengalokasikan dana untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih baik.

“Terutama dalam kondisi ekonomi ini banyak juga nasabah juga ingin dapatkan market update. Dan bagaimana mereka mengalokasikan dananya untuk bisa memberikan return yang lebih baik bagi mereka,” pungkasnya.

PT Bank Jago Tbk mencatat pertumbuhan jumlah nasabah yang cukup signifikan. Hingga semester I 2026, jumlah nasabah Bank Jago mencapai 20,1 juta, bertambah hampir 3 juta nasabah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 14,7 juta merupakan nasabah funding yang menggunakan Aplikasi Jago. Pertumbuhan jumlah nasabah turut menopang penghimpunan dana, dengan DPK Bank Jago tumbuh 23% yoy menjadi Rp 27,6 triliun. Adapun porsi CASA mencapai 53% atau Rp 14,6 triliun, sedangkan deposito menyumbang 47% atau Rp 13,1 triliun. 

Direktur Utama Bank Jago Arief Harris mengatakan, pertumbuhan bisnis perseroan didukung oleh inovasi produk dan layanan serta kolaborasi dengan mitra strategis dalam ekosistem.

“Dengan begitu kami mampu menghadirkan solusi keuangan yang relevan bagi berbagai segmen nasabah, sekaligus membangun fundamental yang solid untuk pertumbuhan di masa depan,” kata Arief dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×