kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Pertumbuhan kredit melemah, likuiditas sejumlah bank ini melimpah


Jumat, 13 Maret 2020 / 19:47 WIB
ILUSTRASI. Nasabah menggunakan Mesin Tunjangan Mandiri (ATM) di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (31/12).Berdasarkan rilis Bank Indonesia posisi uang berdedar dalam arti luas pada November 2018 tercatat Rp 5.670,0 triliun atau tumbuh 6,6 persen secara


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Noverius Laoli

Sementara melonggarnya likuditas nampaknya paling dalam terjadi di BUKU 2. Hal ini misalnya diakui oleh Direktur PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) Efdinal Alamsyah yang menyebut saat ini LDR perseroan berada di level 92,6%. Padahal, September 2019 lalu rasionya LDR perseroan tercatat cukup ketat di mencapai 125,27%.

Padahal kredit Bank Oke per Februari yang tersalur senilai Rp 3,42 triliun tumbuh positif 4,51% (ytd). Efdinal bilang masih melimpahnya likuidiitas perseroan lantaran dana rights issue yang digelar akhir tahun lalu belum sepenuhnya terserap.

Baca Juga: Gara-gara corona, beberapa negara buat kebijakan untuk mendongkrak ekonomi

“Dana rights issue Rp 500 miliar belum diserap secara optimal untuk penyaluran kredit maupun bisnis. Sementara pertumbuhan kredit dibandingkan akhir tahun lalu juga masih berada di bawah 5%,” ungkapnya kepada KONTAN.

Adapun di kelas BUKU 1, Direktur PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) Fahmi Bagus Mahesa bilang per Februari LDR perseroan berada di level 91%. Sementara pada September 2019 lalu rasionya cukup longgar sebesar 81,94%.

“Selaa dua bulan terakhir kredit kami sudah tumbuh 1,06% (yoy). Kami juga dapat menurunkan beban dana dengan menurunkan DPK (dana pihak ketiga) sebesar 4% (ytd) sehingga dapat menjaga pertumbuhan pendapatan bunga bersih secara positif,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×