kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Peserta DPLK sering switching, ini resikonya


Minggu, 20 September 2015 / 20:42 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) Tugu Mandiri mengakui tren pengalihan portofolio investasi oleh peserta juga terjadi sejalan koreksi yang terjadi di pasar modal. Mereka pun mesti bekerja keras untuk kembali mengedukasi nasabah mereka.

Maya Susiana, Group Head of DPLK Business DPLK Tugu Mandiri pihaknya terus melakukan mengedukasi kepada nasabah. Pasalnya bila melakukan pengalihan portofolio di saat pasar sudah terlalu dalam, ia menyebut peserta akan mengalami rugi besar.

Apalagi naik turunnya saham memang terbilang biasa terjadi. "Sedangkan bila pasar membaik maka peserta akan kehilangan momentum," kata Maya akhir pekan lalu.

Ia menyebut sejumlah peserta program pensiun mereka mengalihkan portofolio investasi ke instrumen yang lebih aman. Terutama dari saham ke deposito atau surat utang.

Per akhir Agustus kemarin, dana kelolaan DPLK Tugu Mandiri sendiri mencapai sekitar Rp 1 triliun. Jumlah ini naik sekitar 7,6% dibanding posisi akhir tahun kemarin.

Penempatan dana di instrumen deposito mencapai sekitar 30% dari total dana investasi. Sedangkan 40% masih ditempatkan di instrumen surat utang. Sementara sisanya ke beberapa instrumen lain seperti pasar uang dan instrumen saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×