Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pilihan investasi kini semakin beragam. Mulai dari saham, komoditas, hingga aset kripto. Sejalan dengan itu, literasi keuangan di kalangan generasi muda, terutama mahasiswa harus digencarkan. Sebab, literasi keuangan kalangan muda masih terbilang rendah, hingga terjerat investasi bodong hingga judi online.
Praktisi pasar modal, Vier Abdul Jamal mengatakan, belajar investasi perlu dilakukan sejak muda. Sebab, waktu adalah aset terbesar yang tidak bisa dibeli kembali. “Semakin diri seorang mulai berinvestasi, makin besar efek pertumbuhan yang bisa didapat di masa depan,” kata dia dalam diskusi Literasi Keuangan Mahasiswa bertajuk Menangkap Peluang investasi Saham, Kripto, dan Komoditas, Rabu (6/7).
Dia bilang, ada beberapa manfaat yang bisa dipetik dari investasi di usia muda. Misalnya, kebebasan finansial bisa lebih cepat dibanding yang baru mulai di usia matang, hingga , keuntungan investasi akan terus berkembang dari waktu ke waktu.
Anak muda juga memiliki kesempatan untuk belajar dari kesalahan yang bisa menjadi pengalaman berharga untuk masa depan. Selain itu, bisa membangun aset produktif lebih awal. Prinsipnya, aset produktif bekerja untuk kita, menghasilkan uang bahkan saat tidur.
Baca Juga: Ini 10 Unitlink Saham yang Mencetak Return Tertinggi pada Juni 2026
Senada, Presiden Direktur Pintu, Andy Putra menyarankan para mahasiswa untuk segera memulai investasi legal, jangan terjebak judi online. Lebih baik tempatkan dana di instrumen legal, mulai dari saham hingga aset kripto.
Di mana prospek investasi kripto disebutnya masih menjanjikan. Sebagai ilustrasi, harga Bitcoin (BTC) pada 2010 hanya Rp 73, sedangkan saat ini sudah Rp 1,1 miliar.
Apalagi, kata dia, kripto saat ini sudah diregulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2025. Transaksi ini bebas PPN ketika membeli dan hanya dikenakan PPN final saat menjual.
Menurutnya, kripto adalah aset keuangan favorit generasi muda. Berdasarkan survei, 60% investor kripto berusia 18-34 tahun. Anak muda, lanjut Andy, suka kripto karena dinamis, antara lain transaksi bisa 24 jam selama seminggu penuh. Artinya, pasar kripto tidak pernah tidur.
Transaksi kripto di Indonesia juga cukup besar. Tahun lalu, nilainya mencapai Rp 480 triliun. Ke depan, dia meramal kripto adalah masa depan keuangan dunia. Sebagai contoh, AS sudah mendorong stable coin untuk memperkuat dolar. Kripto juga sudah menjamah bisnis.
Di sisi lain, korporasi Indonesia terus mendukung agenda literasi keuangan, baik melalui edukasi hingga menyediakan solusi keamanan. President Director PT ITSEC Asia, Patrick Dannacher menyatakan peran perseroan bukan sekadar menyediakan produk keamanan siber, tetapi membantu membangun ekosistem investasi digital yang lebih aman.
Baca Juga: Fintech dan Perbankan Jadi Mitra Strategis dalam Ekosistem Keuangan Digital
Perseroan, kata dia, bekerja sama dengan berbagai institusi keuangan, termasuk perbankan, perusahaan pembiayaan, fintech, perusahaan sekuritas, penyedia layanan pembayaran digital dan berbagai organisasi lainnya untuk melindungi sistem, data dan layanan yang digunakan oleh jutaan masyarakat Indonesia.
Ketika platform investasi mampu melindungi data, transaksi dan aset pengguna secara konsisten, masyarakat akan semakin percaya untuk berinvestasi secara digital. “Pada akhirnya, keamanan siber tidak hanya melindungi sistem, tetapi juga menjaga kepercayaan investor dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” kata Patrick.














