kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Pindar UKU Salurkan Pembiayaan ke Luar Pulau Jawa Rp 200 Miliar hingga Agustus 2026


Jumat, 18 September 2026 / 16:43 WIB
Pindar UKU Salurkan Pembiayaan ke Luar Pulau Jawa Rp 200 Miliar hingga Agustus 2026
ILUSTRASI. ilustrasi pinjol (Shutterstock/La Terase)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) PT Teknologi Merlin Sejahtera (UKU) terus mendorong penetrasi penyaluran pembiayaan ke luar Pulau Jawa.

Hingga Agustus 2026, UKU telah menyalurkan pinjaman ke luar Pulau Jawa sebesar Rp200 miliar. Angka ini berkontribusi sekitar 31% terhadap total penyaluran nasional UKU.

Direktur Utama UKU Tony Jackson mengatakan, sejak awal tahun tren penyaluran pembiayaan ke luar Pulau Jawa ters menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hal ini didorong oleh penguatan manajemen risiko di setiap wilayah baru yang dijajaki perusahaan.

Baca Juga: AXA Financial Dirikan AXA Sharia Life Insurance, Perkuat Bisnis Asuransi Syariah

"Angka ini mencerminkan komitmen UKU untuk terus memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab ke wilayah-wilayah yang selama ini kurang terlayani oleh layanan keuangan formal," ujarnya kepada Kontan, Jumat (18/9/26).

Kendati begitu, memang penyaluran pembiayaan UKU masih berkonsentrasi di Pulau Jawa karena kematangan pasar dan infrastruktur pendukung di Jawa lebih matang.

Namun, pihaknya terus menguatkan kontribusi di wilayah lain sehingga saat ini pertumbuhan pembiayaan juga terlihat di beberapa wilayah lainnya, seperti Sumatra Utara dan Bali yang tercatat sebagai dua kontributor terbesar perusahaan.

Pemerataan tersebut dilakukan secara bertahap dan terukur, sejalan dengan kapasitas manajemen risiko dan infrastruktur yang terus dibangun di masing-masing wilayah.

Adapun dari segi pemanfaatan, pembiayaan di UKU banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumtif rumah tangga sehari-hari.

Di sisi lain, perusahaan juga tetap memprioritaskan kualitas kredit melalui penguatan credit scoring dan pemantauan portofolio.

Hingga Agustus 2026, TWP90 UKU tercatat di level 3,12% atau masih di bawah ambang batas pengawasan OJK.

Baca Juga: Ini Sejumlah Tantangan yang Dihadapi Industri LKM Dalam Meningkatkan Nilai Simpanan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×