kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.856.000   -100.000   -3,38%
  • USD/IDR 16.908   53,00   0,31%
  • IDX 7.981   -123,12   -1,52%
  • KOMPAS100 1.122   -18,43   -1,62%
  • LQ45 818   -11,31   -1,36%
  • ISSI 280   -4,52   -1,59%
  • IDX30 428   -4,65   -1,08%
  • IDXHIDIV20 515   -5,61   -1,08%
  • IDX80 126   -1,77   -1,39%
  • IDXV30 139   -2,52   -1,78%
  • IDXQ30 139   -1,00   -0,71%

Polisi tangkap pembobol kartu kredit dengan modus mengaku jadi pegawai BCA


Jumat, 06 Maret 2020 / 16:48 WIB
Polisi tangkap pembobol kartu kredit dengan modus mengaku jadi pegawai BCA
ILUSTRASI. Barang bukti tindak kejahatan penipuan online ditunjukkan pada wartawan saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/5/2017). Polisi tangkap pembobol kartu kredit dengan modus mengaku jadi pegawai BCA. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO


Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Polisi menangkap tujuh tersangka kasus pembobolan kartu kredit nasabah BCA dengan modus mengaku sebagai pegawai BCA untuk membantu korban membatalkan transaksi belanja online

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, ketujuh tersangka masing-masing bernama Altarik Suhendra, Remondo, Eldin Agus Tryanzah, Sultoni Billah Rizky, Helmi, dan Deah Anggraini. 

Baca Juga: Polisi obral masker sitaan Rp 400 untuk hadapi corona

Adapun satu tersangka lagi yaitu Yopi Altobeli meninggal dunia. Dia ditembak saat berusaha melawan aparat kepolisian menggunakan senjata api.  "Mereka merupakan kelompok Tulung Selatan di daerah Palembang, Sumatera Selatan," kata Nana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (6/3). 

Para tersangka awalnya mencari nomor telepon nasabah BCA melalui Sistem Laporan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keungan (OJK). 

Kemudian, mereka menghubungi nasabah dengan mengaku sebagai pegawai BCA yang hendak membantu korban membatalkan transaksi belanja online. 

"Mereka menghubungi korban, menanyakan apakah korban melakukan transaksi belanja online. Korban menjawab tidak (belanja online), lalu mereka meminta nomor OTP untuk membantu membatalkan belanja (online) itu," ungkap Nana. 

Baca Juga: Jual masker Rp 300.000 per boks, Dirut Pasar Jaya: Ini bentuk keteledoran kami

Korban pun memberitahukan OTP (One Time Password) yang dikirim melalui pesan singkat. Selanjutnya, tersangka menguras uang dalam kartu kredit korban. Kerugian BCA diperkirakan mencapai Rp 22 miliar. 




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×