kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Porsi investasi SBN di perusahaan asuransi masih mini


Selasa, 05 November 2019 / 18:25 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung mangamati logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Jakarta, kamis (23/5). Porsi investasi Surat Berharga Negara (SBN) perusahaan asuransi sampai September 2019 masih terbilang cukup mini. pho KONTAN/Carolus Agu


Reporter: Ahmad Ghifari | Editor: Tendi Mahadi

Jadi, menurutnya tidak hanya SBN saja. Ada juga reksadana infrastruktur, Bisa juga obligasi yang diterbitkan BUMN infrastruktur, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) serta instrumen DINFRA. "Penempatan dana investasi sejauh ini yang terbesar adalah reksadana, lalu saham, lalu obligasi atau SBN," kata Togar kepada Kontan.co.id, (5/11).

"Umumnya untuk instrumen investasi ini tidak lebih dari 10%, Berbeda kalau di saham yang relatif lebih tinggi," lanjutnya.

PT Avrist Assurance, mencatatkan saat ini porsi kepemilikan perusahaan atas SBN lebih dari 60% dimana di atas dari ketentuan OJK yaitu pada 30%. Adapun total dana investasi perusahaan saat ini adalah sebesar Rp 8,7 triliun.

Baca Juga: Industri asuransi usulkan asuransi bencana jadi asuransi wajib

Terkait dengan ketentuan kepemilikan SBN, Direktur Keuangan Avrist Assurance Kan Tak Ho mengatakan, saat ini mengikuti Strategi Investasi yang digunakan oleh perusahaan yaitu lebih banyak mengalokasikan asset pada instrumen obligasi.

"Secara keseluruhan strategi alokasi asset tersebut masih sejalan dengan alokasi asset yang ada dalam kebijakan investasi dan SAA (strategy Asset Allocation) yang perusahaan miliki saat ini, dimana strategi asset disesuaikan pada profil kewajiban perusahaan," kata Kan Tak Ho kepada Kontan.co.id, Selasa (5/11).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×