kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.969   -4,00   -0,02%
  • IDX 5.998   114,56   1,95%
  • KOMPAS100 780   16,75   2,19%
  • LQ45 591   12,47   2,16%
  • ISSI 208   4,29   2,11%
  • IDX30 334   7,14   2,18%
  • IDXHIDIV20 411   8,63   2,15%
  • IDX80 88   1,89   2,18%
  • IDXV30 111   2,57   2,36%
  • IDXQ30 107   2,47   2,35%

BRI Cetak Laba Rp 20 Triliun per Mei 2026, Tumbuh 9%


Kamis, 25 Juni 2026 / 13:09 WIB
BRI Cetak Laba Rp 20 Triliun per Mei 2026, Tumbuh 9%
ILUSTRASI. Beban bunga turun, BRI cetak laba sebesar Rp 20,42 triliun secara bank only atau tumbuh 9,52% secara tahunan per Mei 2025 (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berhasil cetak kinerja moncer dan menjaga laju profitabilitasnya jelang penghujung kuartal II-2026.

Hingga Mei 2026, bank berkode saham BBRI ini berhasil mencetak laba sebesar Rp 20,42 triliun secara bank only atau tumbuh 9,52% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian ini melaju dari pertumbuhan 5,91% yoy pada bulan sebelumnya. 

Merujuk laporan keuangannya, capaian tersebut salah satunya didorong oleh penurunan beban bunga BRI sebesar 14,37% yoy menjadi Rp 18,26 triliun. 

Baca Juga: OJK Genjot Perbankan Perangi Judi Online (Judol)

Dengan begitu, meski pendapatan bunga bank sejatinya terkoreksi tipis 0,07%yoy menjadi Rp 66,76 triliun, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BRI masih berhasil tumbuh 6,64% yoy menjadi Rp 48,5 triliun. 

Dari sisi operasional lainnya, BRI terpantau mulai menaikkan pencadangan (impairment) untuk periode ini, yakni sebesar 7,5% yoy menjadi Rp 19,06 triliun di periode Januari-Mei 2026.

Di saat yang sama, pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi bank juga hanya berhasil tumbuh 4,48% yoy menjadi Rp 8,59 triliun. 

Pada gilirannya itu turut mendorong naik beban operasional lainnya hingga 9,52% yoy menjadi Rp 20,42 triliun. Dus, laba operasional BRI tumbuh lebih terbatas 8,37% yoy menjadi Rp 25,53 triliun hingga akhir Mei 2025.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI sejatinya berhasil tumbuh dua digit dalam periode ini, sebesar 12,23% yoy menjadi Rp 1.417,19 triliun. Ini menjadi salah satu pendorong tumbuhnya aset bank sebesar 9,49% yoy menjadi Rp 2.073,12 triliun.

 

Sejalan dengan itu, dana pihak ketiga (DPK) BRI tumbuh 8,61% yoy menjadi Rp 1.546,44 triliun. 

Pertumbuhan DPK utamanya ditopang oleh dana murah yang tumbuh 17,98% yoy menjadi Rp 1.092,27 triliun. Rinciannya, giro bank berhasil tumbuh 25,23% yoy menjadi Rp 484,9 triliun dan tabungan tumbuh 12,78% yoy menjadi Rp 607,37 triliun. 

Di sisi lain, deposito sebagai dana mahal justru turun jumlahnya sebanyak 8,82% yoy menjadi Rp 454,16  triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×