kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.950   11,00   0,06%
  • IDX 6.264   -34,88   -0,55%
  • KOMPAS100 815   -3,54   -0,43%
  • LQ45 622   -1,21   -0,19%
  • ISSI 217   -1,94   -0,89%
  • IDX30 345   -0,68   -0,20%
  • IDXHIDIV20 429   -0,17   -0,04%
  • IDX80 93   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 117   -0,42   -0,36%
  • IDXQ30 111   -0,16   -0,15%

BRI Cetak Laba Rp 20 Triliun per Mei 2026, Tumbuh 9%


Kamis, 25 Juni 2026 / 13:09 WIB
BRI Cetak Laba Rp 20 Triliun per Mei 2026, Tumbuh 9%
ILUSTRASI. Beban bunga turun, BRI cetak laba sebesar Rp 20,42 triliun secara bank only atau tumbuh 9,52% secara tahunan per Mei 2025 (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berhasil cetak kinerja moncer dan menjaga laju profitabilitasnya jelang penghujung kuartal II-2026.

Hingga Mei 2026, bank berkode saham BBRI ini berhasil mencetak laba sebesar Rp 20,42 triliun secara bank only atau tumbuh 9,52% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian ini melaju dari pertumbuhan 5,91% yoy pada bulan sebelumnya. 

Merujuk laporan keuangannya, capaian tersebut salah satunya didorong oleh penurunan beban bunga BRI sebesar 14,37% yoy menjadi Rp 18,26 triliun. 

Baca Juga: OJK Genjot Perbankan Perangi Judi Online (Judol)

Dengan begitu, meski pendapatan bunga bank sejatinya terkoreksi tipis 0,07%yoy menjadi Rp 66,76 triliun, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BRI masih berhasil tumbuh 6,64% yoy menjadi Rp 48,5 triliun. 

Dari sisi operasional lainnya, BRI terpantau mulai menaikkan pencadangan (impairment) untuk periode ini, yakni sebesar 7,5% yoy menjadi Rp 19,06 triliun di periode Januari-Mei 2026.

Di saat yang sama, pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi bank juga hanya berhasil tumbuh 4,48% yoy menjadi Rp 8,59 triliun. 

Pada gilirannya itu turut mendorong naik beban operasional lainnya hingga 9,52% yoy menjadi Rp 20,42 triliun. Dus, laba operasional BRI tumbuh lebih terbatas 8,37% yoy menjadi Rp 25,53 triliun hingga akhir Mei 2025.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI sejatinya berhasil tumbuh dua digit dalam periode ini, sebesar 12,23% yoy menjadi Rp 1.417,19 triliun. Ini menjadi salah satu pendorong tumbuhnya aset bank sebesar 9,49% yoy menjadi Rp 2.073,12 triliun.

 

Sejalan dengan itu, dana pihak ketiga (DPK) BRI tumbuh 8,61% yoy menjadi Rp 1.546,44 triliun. 

Pertumbuhan DPK utamanya ditopang oleh dana murah yang tumbuh 17,98% yoy menjadi Rp 1.092,27 triliun. Rinciannya, giro bank berhasil tumbuh 25,23% yoy menjadi Rp 484,9 triliun dan tabungan tumbuh 12,78% yoy menjadi Rp 607,37 triliun. 

Di sisi lain, deposito sebagai dana mahal justru turun jumlahnya sebanyak 8,82% yoy menjadi Rp 454,16  triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×