kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Potensi Besar, Bisnis Multifinance Kian Menguntungkan Bagi Perbankan


Selasa, 26 Maret 2024 / 20:25 WIB
Potensi Besar, Bisnis Multifinance Kian Menguntungkan Bagi Perbankan
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah CIMB Niaga Finance (CNAF) di Tangerang Selatan, Selasa (2/1). KONTAN/Baihaki/2/1/2024


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

Namun, kepemilikan saham Bank Mandiri atas dua entitas tersebut tidak seperti Bank Danamon dan CIMB Niaga yang hampir 100%. Alhasil, kontribusi laba yang diberikan ke Bank Mandiri tak sebesar dua bank sebelumnya.

Misalnya, MTF yang bisa mencatatkan laba sebesar Rp 1,16 triliun di 2023. Hanya saja, laba yang mengalir ke Bank Mandiri hanya sekitar 2,11%, meski naik 29 basis poin dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, MUF hanya memberikan kontribusi ke laba Bank Mandiri sekitar 0,96%. Di mana, laba yang dicatatkan oleh MUF hanya senilai Rp 527 miliar.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Sigit Prastowo bilang entitas anak yang bergerak di sektor multifinance ini memiliki ruang tumbuh yang cukup baik di 2024. Ini sejalan dengan optimisme pertumbuhan ekonomi yang bakal berlanjut.

”Artinya, konsumsi masyarakat juga mengalami peningkatan,” ujar Sigit.

Ke depan, ia bilang akan terus meningkatkan sinergi dengan perusahaan anak dengan menyalurkan pembiayaan secara prudent. Tentu, dengan berbagai pilihan program pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×