CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

Radana Finance (HDFA) Catatkan Level NPF Net di Level 2,62% pada Semester I-2026


Rabu, 09 September 2026 / 17:42 WIB
Radana Finance (HDFA) Catatkan Level NPF Net di Level 2,62% pada Semester I-2026
ILUSTRASI. PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) (KONTAN/Yuliana Hema)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) mencatatkan perbaikan kualitas pembiayaan pada semester I-2026.

Hal ini tercermin dari rasio Non-performing Financing (NPF) net yang turun dari 3,30% pada akhir 2025 menjadi 2,62% pada semester I-2026.

Direktur HDFA, Setiawan Nurtjahja menyebut hasil perbaikan kualitas pembiayaan tersebut dilakukan melalui sejumlah strategi, mulai dari pemantauan portofolio hingga mitigasi risiko.

"Perbaikan ini mencerminkan hasil penguatan proses pematauan portfolio, penagihan, dan mitigasi resiko yang dilakukan secara berkesinambungan," ujarnya dalam Public Expoce 2026, Selasa (8/9/2026).

Di sisi lain, pada periode ini, tingkat NPF gross perseroan untuk portfolio produktif juga terjaga pada level di 3,81%.

Kualitas pembiayaan perseroan yang tetap terjaga juga sejalan dengan prinsip penyaluran pembiayaan yang lebih selektif. Hal ini tecermin dari realisasi penyaluran pembiayaan baru perseroan yang turun 41,4% year on year (YoY) menjadi Rp1,64 triliun pada semester I-2026.

Baca Juga: Radana Bhaskara (HDFA) Targetkan Penyaluran Pembiayaan Rp4,14 Triliun pada 2026

Segmen usaha pada industri terkait sumber daya alam, yaitu pertambangan dan perkebunan memiliki porsi sebesar 50% dari portofolio pembiayaan, diikuti oleh segmen logistik berupa transportasi dan pergudangan, serta komunikasi dan Konstruksi.

Fokus pembiayaan tersebut sejalan dengan kontribusi sektor-sektor tersebut terhadap perekonomian Indonesia, mengingat Indonesia merupakan salah satu eksportir utama komoditas sumber daya alam seperti batubara, timah, nikel, emas, tembaga, dan kelapa sawit.

Adapun pada tahun 2026 ini, Radana Finance tetap memastikan penyaluran pembiayaan berjalan lebih selektif dan berhati-hati. Target penyaluran yang dibidik adalah sebesar Rp4,1 triliun.

Selain mengandalkan portofolio saat ini, perusahaan juga terus memperkuat 2 produk utama pembiayaan produktif yang saat ini dimiliki yaitu Asset-based Financing (ABF) atau pembiayaan investasi berbasis aset) dan pembiayaan modal kerja sebagai pendamping dari ABF.

Baca Juga: Laba Radana Bhaskara Finance (HDFA) Turun 29,49% Jadi Rp 1,53 M pada Semester I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×