kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Rasio kredit bermasalah di Mandiri Utama Finance 1,21% per Februari 2018


Rabu, 21 Maret 2018 / 21:21 WIB
Rasio kredit bermasalah di Mandiri Utama Finance 1,21% per Februari 2018
ILUSTRASI. Direksi Mandiri Utama Finance usai RUPS di Jakarta


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Demi mendorong laba perusahaan pembiayaan, maka kredit bermasalah perusahaan multifinance harus dijaga di angka paling rendah.

PT Mandiri Utama Finance (MUF) saat ini mencatat non-performing finance (NPF) sebesar 1,21% per Februari 2018.

Sekalipun target pertumbuhan penyaluran pembiayaan tahun ini diharapkan tumbuh 38% menjadi Rp 10,1 triliun, NPF diharapkan akan terjaga di angka tersebut.

“Diharapkan kualitas akan tetap terjaga,” kata Direktur Utama MUF Stanley Setiap saat dihubungi Kontan.co.id pada Rabu (21/3).

Adapun dengan NPF yang terjaga, laba perusahaan bisa tumbuh sebesar 37,7% dibanding tahun 2017. Di tahun 2017 laba MUF sebesar Rp 47,1 miliar sementara target tahun ini sebesar Rp 60 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×