kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

Reksadana USD Jadi Alternatif Diversifikasi, Batavia AM Sarankan Masuk Bertahap


Senin, 26 Oktober 2026 / 18:28 WIB
Reksadana USD Jadi Alternatif Diversifikasi, Batavia AM Sarankan Masuk Bertahap
ILUSTRASI. Batavia Prosperindo Aset Manajemen (dok/ist)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu pertimbangan investor dalam menentukan strategi investasi, termasuk reksadana berbasis dolar AS atau USD.

Direktur Batavia Prosperindo Asset Management, Eri Kusnadi membeberkan sejumlah reksadana USD dari Batavia mencatat imbal hasil (return) positif sepanjang tahun. 

Per 22 Oktober 2026, Batavia Technology Sharia Equity USD membukukan kinerja YtD sebesar 10,53%, tertinggi di antara produk lainnya. Meski demikian, reksadana ini mencatatkan penurunan 7,66% dalam satu bulan terakhir (MoM). 

Batavia Global ESG Sharia Equity USD mencatatkan return sebesar 9,12% secara YtD. Namun, dalam sebulan terakhir, kinerja reksadana ini terkoreksi 3,31%.

Baca Juga: FWD Insurance &OCBC Hadirkan Produk Asuransi Jiwa Tradisional Dwiguna Prosperity Plan

Sementara itu, Batavia China Sharia Equity USD mencatatkan kinerja negatif, dengan penurunan 22,76% secara YtD dan 15,83% dalam sebulan terakhir. Batavia India Sharia Equity USD juga terkoreksi 6,97% secara YtD dan 4,89% dalam satu bulan terakhir.

Adapun Batavia US Franchise Sharia Equity USD mencatatkan penurunan 6,23% dalam satu bulan terakhir. Pun, Batavia Gold Sharia Equity USD juga terkoreksi 14,16% dalam satu bulan terakhir.

Terkait ini, Eri menyebut, kinerja reksadana USD akan sangat bergantung pada kinerja dan pergerakan pasar global sesuai dengan lokasi aset dasar atau underlying masing-masing produk.

Ia menambahkan, pasar global sepanjang tahun ini bergerak cukup volatil akibat sejumlah faktor, mulai dari pergerakan harga minyak dan harga memori, kenaikan suku bunga dan tingginya imbal hasil (yield), hingga kekhawatiran terhadap kinerja saham-saham berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang telah berkinerja baik selama lebih dari tiga tahun.

Terkair strateginya, kata Eri, investor perlu mempertimbangkan kebutuhan eksporsur mata uang asing sebelum masuk ke reksadana berbasis USD. Bagi investor yang tertarik mulai investasi ke reksadana USD ini, disarankannya masuk secara bertahap.

“Kami selalu berasumsi nasabah yang investasi dalam reksa dana USD adalah nasabah yang memang sudah memiliki eksposur dalam USD, bukan baru mau konversi. apabila ada kebutuhan eksposur dalam USD dipersilakan (masuk),” ungkap Eri kepada Kontan, Senin (12/10/2026).

Baca Juga: Asing Net Sell Rp 2,03 Triliun di Awal Pekan Ini, BMRI Paling Banyak Dilepas

Sebagai informasi, Infovesta mencatat kinerja atau return reksadana USD bergerak bervariasi. Reksadana efek luar negeri berdenominasi dolar AS, yang mayoritas berbasis saham global syariah, membukukan kinerja return sekitar 18% secara year to date (YtD) dalam denominasi dolar AS hingga akhir September 2026.  

Kinerja reksadana USD efek luar negeri tercatat paling baik per akhir September. Bahkan, sejumlah produk yang berinvestasi di kawasan Asia Pasifik mencatatkan pertumbuhan imbal hasil lebih dari 30% YtD.

Selain itu, reksadana pasar uang USD mencatatkan imbal hasil sekitar 1,9% YtD. Adapun reksadana pendapatan tetap USD terkoreksi sekitar 2% YtD akibat tekanan harga obligasi dolar AS Indonesia.

Sebaliknya, reksadana saham USD dengan portofolio saham domestik mencatatkan penurunan sekitar 27%, mengikuti pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×