kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rights issue Bank JTrust masih terkendala suspensi


Jumat, 03 Februari 2017 / 18:47 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Bank JTrust Indonesia Tbk berencana melakukan penerbitan saham baru alias rights issue. Namun, ada beberapa kendala yang harus dihadapi emiten berkode saham BCIC ini.

Manajemen Bank JTrust dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), salah satu kendala saat ini yaitu masih disuspensinya saham Bank JTrust.

“Saat ini kami dengan bantuan konsultan tengah melakukan kajian untuk membuka suspensi,” kata Hasiholan E Sitorus, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank JTrust Indonesia, Jumat (3/2). Jika suspensi saham BCIC dicabut, maka saham bank bisa diperdagangkan kembali di bursa.

Untuk membuka suspensi, salah satu syaratnya bank harus memenuhi aturan mengenai kepemilikan saham publik minimal 7,5% dari total saham. Dengan adanya kendala ini, maka bank mengaku membutuhkan waktu lama untuk melakukan rights issue.

Bank JTrust masih harus menunggu finalisasi jual beli saham antara LPS dengan JTrust Co Ltd sebagai syarat untuk membuka suspensi. Perseroan juga masih menunggu sebagian saham publik yang belum diserahkan ke JTrust.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×