CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.637   10,00   0,06%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Riset: 45,9% Konsumen Gunakan Paylater untuk Belanja di E-commerce pada 2022


Rabu, 14 Juni 2023 / 17:28 WIB
ILUSTRASI. Hasil riset menunjukkan metode pembayaran paylater makin diminati konsumen yang berbelanja melalui e-commerce. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil riset Kredivo dan Katadata Insight Center menunjukkan metode pembayaran paylater makin diminati konsumen yang berbelanja melalui e-commerce. Pada 2022, terdapat 45,9% konsumen yang menggunakan paylater untuk berbelanja di e-commerce.

Direktur Katadata Insight Center Adek Roza menerangkan angka tersebut meningkat, jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 28,2%.

Adek menyebut tren meningkatnya penggunaan paylater di e-commerce sejalan dengan kebutuhan masyarakat terkait opsi pembayaran yang terjangkau dan fleksibel.

"Perilaku belanja online di e-commerce sekarang menjadi kebiasaan masyarakat, salah satunya diakselerasi oleh pandemi Covid-19," ucapnya, Rabu (14/6).

Baca Juga: Transaksi Paylater Turun pada Kuartal IV 2022, Ini Penyebabnya

Adek menerangkan seusai pandemi Covid-19 melandai, pola belanja tersebut diprediksi tetap melekat dengan keseharian masyarakat, khususnya ada metode pembayaran digital seperti Paylater.

Sementara itu, nilai rata-rata transaksi e-commerce pada 2022 meningkat, jika dibandingkan 2021. Adapun nilai transaksi e-commerce pada 2022 didominasi oleh kota-kota tier 1 sebesar 57%. 

Dia mengatakan terdapat peningkatan yang konsisten sejak 2020 pada kota-kota di bawah tier 1 dari 33% pada 2020 menjadi 43% pada 2022.

Di sisi lain, Adek menyebut paylater kini mampu mengungguli metode transfer bank. Hal itu dibuktikan dari 16,2% konsumen memilih paylater sebagai metode pembayaran yang paling sering digunakan di e-commerce, sedangkan hanya 10,2% konsumen yang memilih metode pembayaran transfer bank atau virtual account.

Baca Juga: Kredivo Pertama Kali Hadir di PRJ 2023 & Targetkan Perluas Penetrasi Offline Paylater

"Sebanyak 60,9% responden menyebut paylater merupakan kredit pertama yang digunakan mereka, terutama bagi Socio-Economic Status (SES) C," katanya.

Adapun hasil riset menunjukkan penggunaan paylater mulai beralih menjadi metode pembayaran kebutuhan harian, di antaranya untuk belanja barang sebanyak 87,1%, tagihan bulanan 51,8%, serta pulsa dan paket internet 48,9%.

Sebagai informasi, riset tersebut mengambil lebih dari 22 juta sampel transaksi e-commerce dari 6 marketplace terbesar sepanjang 2022. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×