kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.911   -77,00   -0,43%
  • IDX 6.152   30,60   0,50%
  • KOMPAS100 798   4,73   0,60%
  • LQ45 611   2,92   0,48%
  • ISSI 214   1,80   0,85%
  • IDX30 338   1,08   0,32%
  • IDXHIDIV20 431   3,99   0,93%
  • IDX80 91   0,52   0,58%
  • IDXV30 116   1,27   1,10%
  • IDXQ30 110   0,74   0,68%

Riset McKinsey: Penetrasi smartphone bisa jadi game changer sistem pembayaran


Senin, 11 Februari 2019 / 20:11 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. McKinsey & Company mengeluarkan riset laporan tren terbaru perbankan digital di Asia terutama di Indonesia. Dalam riset ini disebut bahwa penetrasi smartphone yang cukup pesat bisa menjadi peta perubahan atau game changer di industri pembayaran atau payment.

Guillaume de Gantes, Partner, Indonesia, McKinsey & Company bilang jika dibandingkan cara tradisional, dengan melihat penggunaan smartphone yang cukup kencang, adopsi mobile teknologi di payment akan membuat percepatan inklusi keuangan 5 sampai 10 tahun.

“Jadi dengan semakin banyak lembaga keuangan menggunakan digital payment maka akan meningkatkan jumlah masyarakat yang melek finansial,” kata Guillaume de Gantes dalam penjelasannya, Senin (11/2).

Saat ini sebagai gambaran, adopsi sistem pembayaran diluar perbankan terhadap total transaksi masih dibawah 10%. McKinsey melihat dengan model yang ada di Indonesia saat ini, fintech tidak akan mendistrupsi bank.

Tapi kedepan diproyeksi aka nada model hybrid atau kolaborasi antara fintech dengan bank. Apalagi menurut catatan McKinsey, di Indonesia masyarakatnya masih nyaman menggunakan transaksi melalui uang tunai.

McKinsey juga melihat bahwa risiko fraud kedepan akan banyak diperhatian oleh lembaga finansial. Hal ini seiring dengan makin pesatnya pertumbuhan fintech. Oleh karena itu kedepan akan banyak dibutuhkan sumber daya manusia yang menghandle terkait ini.

Senada Mercy Simorangkir, Ketua Harian Asosiasi Fintech Indonesia bilang dengan hadirnya smartphone dan fintech diproyeksi aka nada percepatan inklusi keuangan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×