kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Risiko kredit macet multifinance tinggi karena kinerja kurang optimal


Senin, 21 Mei 2018 / 11:03 WIB
ILUSTRASI. Pembiayaan Kendaraan


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Risiko kredit macet ke sektor multifinance cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh kinerja multifinance beberapa tahun terakhir kurang optimal. Kurang optimalnya kinerja multifinance ini utamanya adalah multifinance yang tidak dimiliki bank dan perusahaan leasing.

Boedi Armanto, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bilang bank yang tidak memiliki sistem mirroring dengan multifinance biasanya memiliki kredit macet yang besar.

"Sistem mirroring ini termasuk di dalamnya adalah penyimpanan agunan," kata Boedi kepada Kontan.co.id, Jumat (18/5). Supervisi multifinance menurut Boedi sekarang lebih baik karena pengawasan bank maupun multifinance semuanya di bawah OJK.

Budy Setiawan, EVP Consumer Business Head Bank MNC bilang manajemen risiko kredit ke multifinance ini adalah monitoring secara berkala dan ketat. "Baik atas strategi bisnis, performa segmen market financial dan aging," kata Budy, Jumat (18/5). Di samping itu bank juga melakukan verifikasi sampling monitoring ke end user.

Sampai kuartal I-2018, Bank MNC menyalurkan kredit ke multifinance sebesar Rp 1,5 triliun. Dengan NPL yang masih rendah dan dikelola dengan baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×