kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.993   80,00   0,45%
  • IDX 5.673   29,59   0,52%
  • KOMPAS100 732   3,90   0,54%
  • LQ45 556   3,18   0,57%
  • ISSI 197   0,68   0,35%
  • IDX30 316   1,67   0,53%
  • IDXHIDIV20 390   1,07   0,28%
  • IDX80 83   0,37   0,45%
  • IDXV30 106   -0,27   -0,25%
  • IDXQ30 102   0,52   0,51%

Risiko Kredit Turun, Biaya Pencadangan Bank-Bank Besar Menyusut


Selasa, 03 Juni 2025 / 05:10 WIB
Risiko Kredit Turun, Biaya Pencadangan Bank-Bank Besar Menyusut
Nasabah bertransaksi menggunakan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Central Asia (BCA) di Bogor, Sabtu (1/3). Mayoritas bank-bank besar di Indonesia tercatat telah menurunkan biaya pencadangannya pada bulan April 2025.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

Sementara itu, Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan bilang saat ini memang kualitas aset CIMB Niaga tergolong baik. Padahal, Lani bilang biaya pencadangan yang dilakukan oleh CIMB Niaga saat ini lebih konservatif.

Lani menambahkan di situasi saat ini, kualitas aset menjadi salah satu fokus utama yang betul-betul dijaga. Di mana, rasio NPL dari CIMB Niaga terjaga di level 1,9% pada tiga bulan pertama 2025.

“Kami tetap waspada dengan terus memonitor kualitas kredit,” ujar Lani.

Baca Juga: BI Rate Turun, Sejumlah Perbankan Optimistis Kinerja Kredit Tumbuh Positif Tahun Ini

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae pun memastikan bahwa saat ini bank-bank sudah cukup baik. Ditambah, kualitas kredit perbankan tergolong dalam kondisi baik-baik saja.

Menurutnya, ini tercermin dari NPL perbankan yang masih berada di bawah 3% pada caturwulan pertama di 2025 ini. 

“Tren coverage pencadangan CKPN cukup stabil,” tandas Dian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×