kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Risiko mismatch pendanaan bank BUMN masih besar


Jumat, 02 Februari 2018 / 14:17 WIB
ILUSTRASI. RAPAT KINERJA BANK BUMN


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank BUMN mencatat hampir 94% dana pihak ketiga (DPK) bank BUMN mempunyai tenor jangka pendek. Sedangkan untuk pendanaan jangka panjang hanya 6% dari total DPK.

Gatot Trihargo, Deputi Kementerian BUMN mengatakan, dari total DPK bank BUMN Rp 2.458 triliun, sebanyak Rp 2.309 triliun merupakan dana jangka pendek. "Sisanya Rp 149 triliun merupakan dana jangka panjang," kata Gatot, Rabu (31/1).

Hal ini membuat risiko mismatch pendanaan perbankan masih cukup besar. Pasalnya, tahun ini jumlah kredit ke infrastrukur dengan tenor panjang masih cukup besar.

Untuk menyiasati hal ini, Gatot bilang bank BUMN melakukan pembayaran melalui pembayaran dana hasil operasional. Hal ini disesuaikan dengan tenor perjanjian masing-masing.

Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama BNI mengakui mayoritas pendanaan bank mempunyai tenor jangka pendek. "Deposito maksimal memiliki jangka waktu tenor 2 tahun," kata Herry, Rabu (31/1).

Oleh karena itu untuk pendanaan infrastruktur, bank akan mencari sumber dana alternatif selain DPK. Beberapa opsi uang bisa diambil adalah dari penerbitan surat utang dan pinjaman dari luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×