kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Rugi terbesar Mutiara tetap di kredit macet


Kamis, 02 Januari 2014 / 07:16 WIB
Rugi terbesar Mutiara tetap di kredit macet
ILUSTRASI. Air kelapa adalah salah satu bahan alami yang bisa dijadikan obat diare anak.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tantangan Bank Mutiara ke depan masih berat. Meski mendapatkan suntikan modal kedua dari, Lembaga Penjamin Simpanan sekitar
Rp 1,25 triliun, Bank  Mutiara masih perlu kerja keras memperbaiki kinerjanya.

Per kuartal III tahun 2013, beban Bank Mutiara paling besar berasal dari kenaikan penyisihan cadangan kerugian hingga sebesar Rp 628,19 miliar. Beban kian berat lantaran biaya  gaji dan tunjangan karyawan mencapai Rp 158,06 miliar atau lebih dari 50% dari total beban operasional.

Namun, hal ini bukan monopoli Bank Mutiara. Di Bank Mandiri, pada kuartal III lalu beban gaji dan tunjangan  mencapai Rp 6,95 triliun atau 50% dari total beban operasional yang mencapai Rp 15 triliun. Jika dibandingkan bank lain,  pemasukan kotor direksi dan komisaris Bank Mutiara terbilang minim.  

Rohan Hafas, Sekretaris Perusahaan Bank Mutiara, menyatakan usulan besaran gaji dan tunjangan direksi dan komisaris muncul dari komite sumber daya manusia (SDM). Usulan ini kemudian dibawa ke meja Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mutiara.

Itu artinya, besaran gaji pengelola Bank Mutiara mendapat persetujuan LPS sebagai pemegang saham. Rohan menegaskan, penyebab utama kerugian Bank Mutiara adalah macetnya pembayaran angsuran kredit.

"Kerugian juga disebabkan Robert Tantular yang menggelapkan pajak  sekitar Rp 110 miliar," ujar Rohan kepada KONTAN, Rabu (1/1).           

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×