kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.806.000   14.000   0,78%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Saham BTN (BBTN) Jelang RUPST, Naik 6,1% di Sesi Pertama


Rabu, 26 Maret 2025 / 12:44 WIB
Saham BTN (BBTN) Jelang RUPST, Naik 6,1% di Sesi Pertama


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN) tampil perkasa di perdagangan sesi pertama hari ini. Di mana, BBTN dibuka menguat 6,71% ke level Rp 875 per saham pada Rabu (23/3).

Adapun pada penutupan perdagangan sesi I, saham BBTN terpantau masih menguat 6,10% di level Rp 870.

Sementara itu secara year to date saham BBTN memang masih melemah 23,68%. Secara tahun berjalan pun, saham BTN masih tercatat dijual asing sebesar Rp 42,86 miliar.

Seperti diketahui, pada hari ini BBTN akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan agenda mulai dari pembagian dividen hingga perombakan susunan manajemen.

Baca Juga: BTN akan Salurkan KPR Rp 3,4 Triliun untuk 20.000 Rumah Subsidi Guru pada Tahun 2025

Terdapat sembilan mata acara yang akan dibahas dalam RUPST BTN kali ini. Pertama, RUPST akan meminta persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan tahunan bank tahun buku 2024. 

Kedua, RUPST akan menentukan penetapan penggunaan laba bersih BTN tahun buku 2024. Perseroan meraup laba bersih senilai Rp 3 triliun sepanjang tahun 2024.

Sebelumnya Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu memperkirakan rasio pembagian dividen (dividend payout ratio) berada pada kisaran 20%-25% dari total laba, seiring pertimbangan kecukupan modal BTN.

Ketiga, penetapan gaji/honorarium beserta fasilitas dan tunjangan tahun buku 2025, serta tantiem atas kinerja tahun buku 2024 bagi direksi dan dewan komisaris BTN juga akan ditetapkan dalam RUPST.

Keempat adalah persetujuan penunjukkan akuntan publik dan/atau kantor akuntan publik. Kelima, RUPST BTN akan meminta persetujuan usulan jumlah plafon hapus tagih piutang macet terkait program perekonomian pemerintah.

Keenam, RUPST BTN bakal membahas persetujuan rancangan restrukturisasi terkait pemekaran usaha bisnis syariah. Aset Unit Usaha Syariah (UUS) BTN telah mencapai Rp 60,56 triliun, sehingga perseroan wajib melakukan penyapihan alias spin-off.

Ketujuh adalah persetujuan pengambilalihan PT Bank Victoria Syariah. Hal ini menjadi bagian dari spin-off UUS berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Selain itu, mata acara kedelapan adalah perubahan anggaran dasar perseroan. Terakhir, agenda kesembilan perseroan akan membahas perubahan susunan pengurus BTN yang terdiri dari dewan komisaris dan direksi.

Perubahan susunan pengurus itu, salah satunya seiring dengan diangkatnya Direktur Operations and Customer Experience BTN, Hakim Putratama menjadi Direktur Operations PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). 

Sementara nakhodanya, yakni dikabarkan tidak akan berubah. Nixon masih dipercaya mengisi posisi Direktur Utama. Pasalnya, Nixon baru menjabat posisi orang nomor satu bank berkode saham BBTN itu pada 2023. Namun, dia telah menjadi direksi BTN selama 8 tahun.

Selanjutnya: Simak Profil Riduan, Sosok Wakil Direktur Utama Baru Bank Mandiri

Menarik Dibaca: Ragam Promo Janji Jiwa Mudik: Mulai dari Buy 2 Get 1 Minuman hingga Cashback 100%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×