kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Saham Perbankan Menguat, BBNI Ditutup Melonjak 8,78%


Selasa, 20 Oktober 2026 / 22:11 WIB
Saham Perbankan Menguat, BBNI Ditutup Melonjak 8,78%
ILUSTRASI. IHSG dibuka menguat (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham perbankan menguat pada penutupan perdagangan Selasa (20/10/2026) di tengah gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat ancaman MSCI menurunkan status pasar Indonesia menjadi dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar tersendiri (standalone market).

Penguatan itu sukses memicu pembalikan arah tajam (technical rebound) IHSG yang naik 5,65% atau bertambah 282,28 poin hingga mendarat di posisi 5.278,89. ​Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks bergerak menguat secara konsisten sejak pembukaan sesi I di level 4.980,16 hingga menyentuh level tertingginya tepat saat penutupan perdagangan. 

Pembalikan arah ini tak lepas dari performa impresif sektor finansial yang dikomandoi oleh kelompok Himpunan Bank Negara (Himbara).  Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) tercatat naik 8,78% ke level 3.220

Baca Juga: BNI Buka Peluang Perpanjang Buyback Saham yang Berakhir 26 Oktober 2026

​Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji, menilai penguatan IHSG lebih dari 5% dipicu oleh aksi technical rebound setelah pasar saham tertekan tajam selama dua hari perdagangan akibat sentimen negatif MSCI.

“Respons BEI terhadap persoalan transparansi pasar menjadi salah satu faktor yang menopang kenaikan IHSG,” kata Nafan, Selasa (20/10/2026).

Rencana mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan indeks dinilai sebagai langkah awal untuk meningkatkan transparansi dan daya tarik pasar modal Indonesia bagi investor.

​Selain itu, investor mulai memanfaatkan penurunan harga saham untuk melakukan akumulasi melalui strategi buy on weakness. Aksi beli ini terutama menyasar saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang sebelumnya mengalami tekanan jual signifikan. Upaya regulator menjaga stabilitas pasar juga turut meredakan kepanikan dan memperbaiki sentimen investor dalam jangka pendek.

Baca Juga: Rasio Kecukupan Modal (CAR) Himbara Susut, Mandiri dan BNI Pertebal Modal Lewat AT1

​Meski demikian, Nafan mengingatkan bahwa lonjakan IHSG belum cukup untuk menunjukkan kepercayaan investor telah pulih sepenuhnya. Menurutnya, penguatan pasar masih perlu diikuti arus masuk dana yang berkelanjutan, berkurangnya tekanan jual investor asing, serta penerapan reformasi tata kelola dan transparansi pasar modal secara konsisten.

​"Untuk saat ini penguatan IHSG lebih tepat dipandang sebagai pemulihan teknikal yang didukung respons kebijakan, sedangkan pemulihan kepercayaan investor secara fundamental masih membutuhkan waktu dan bukti nyata dari perbaikan pasar," papar Nafan.

Sementara itu, BBNI juga mengumumkan rencana memperpanjang aksi buyback sahan. Pelaksanaannya disebut akan dilakukan secara terukur dengan memperhatikan kondisi pasar, kepentingan pemegang saham, serta kecukupan permodalan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Sekretaris Perusahaan BBNI Okki Rushartomo bilang, pihaknya terus mencermati berbagai opsi strategis, termasuk peluang untuk memperpanjang periode pelaksanaan buyback, dengan tetap memperhatikan ruang pembelian kembali saham sebagaimana telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). "Langkah ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental dan prospek bisnis BNI yang tetap kuat," ujar Okki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×